Ibarat Tambang, Pariwisata Tak Pernah Habis Dieksploitasi

Meski dieksploitasi tidak akan habis, justru akan bertambah.

Ismoko Widjaya
| 9 September 2019 17:10

Dream - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyimpan banyak sekali peninggalan sejarah yang potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kota ini punya Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat, Vihara Patung Seribu Ksitigarbha Budhisattva, Pantai Trikora, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, Tanjungpinang tidak begitu terkenal. Alhasil, tidak banyak traveler yang menjadikan kota ini sebagai destinasi wisata.

Pemerintah Kota Tanjungpinang kini giat menggalakkan industri pariwisata. Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan Gedung Gonggong di Tepi Laut, Tanjungpinang, pada 2016 lalu.

" Pariwisata adalah tambang. Meski dieksploitasi tidak akan habis, justru akan bertambah," kata Walikota Tanjungpinang H Syahrul, saat membuka Pelatihan Pemandu Wisata Berbasis Kompetensi Program di Hotel Aston, Tanjungpinang, Kepri, Senin 9 September 2019.

Acara ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Syahrul mengatakan pariwisata di Kota Tanjungpinang harus digarap serius mengingat kota tersebut merupakan pintu gerbang wisata bahari Indonesia.

" Diharapkan, pariwisata menjadi roda penggerak ekonomi," kata dia.

 EGM Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, M Syahril

(EGM Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, M Syahril)

Perkembangan industri pariwisata Kota Tanjungpinang juga diharap mampu mendorong bertambahnya rute penerbangan menuju Ibukota Provinsi Kepulauan Riau ini.

" Semoga jumlah penerbangan yang saat ini masih 12 penerbangan, bisa bertambah lebih banyak lagi," tambah Executive General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, M Syahril.

 Walikota Tanjungpinang, H Syahrul

(Walikota Tanjungpinang, jajaran Angkasa Pura II Bandara Raja Fisabilillah, dan Pemred Dream.co.id Ismoko Widjaya)

Kemajuan industri pariwisata tak lepas dari pemandu wisata yang menjadi ujung tombak. Sebanyak 40 peserta pelatihan pemandu wisata dinilai juga perlu mendapat materi tentang perkembangan dunia digital.

" Berbagai platform content digital, seperti media online dan social media sangat mendukung branding awareness industri pariwisata di Tanjungpinang. Jangan kalah dengan influencer-influencer lain," tambah Pemimpin Redaksi Dream.co.id, Ismoko Widjaya, salah satu pemateri pelatihan. (Ism)

Selanjutnya :

Patung Seribu Buddha Tanjungpinang

Topik Terkait :

Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi

Jangan Lewatkan