Jadi Tuan Rumah Liga Selancar Dunia, Ekonomi Banyuwangi Menggeliat

Gelaran olahraga ini bakal mendongkrak perekonomian setempat.

Ahmad Baiquni
| 6 November 2019 11:11

Dream - Salah satu kompetisi olahraga air bergengsi dunia, World Surf League, bakal gelar di Indonesia. 54 peselancar dunia akan beradu kemampuan di seri ketiga WSL yang digelar di Pantai Plengkung (G-Land), Kabupaten Banyuwangi pada 4-14 Juni 2020.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan ajang tersebut jadi momentum untuk menggeliatkan perekonomian lokal. Sekaligus sebagai ajang promosi bagi sektor pariwisata setempat.

" Kami akan laporkan ini ke Gubernur Jatim dan kementerian terkait. Jadi nanti kolaborasi sambut WSL Championship Tour sebagai ajang perkuat pariwisata Banyuwangi, Jatim, dan Indonesia," ujar Anas, dikutip dari banyuwangikab.go.id.

Banyuwangi bakal kedatangan para penggemar olahraga selancar saat event ini digelar. Tidak ketinggalan, sejumlah jurnalis dunia akan hadir melakukan peliputan ajang bergengsi ini.

Sebelumnya, Manajer WSL Asia, Steven Robertson berkunjung ke Banyuwangi untuk menyampaikan terpilihnya kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu sebagai tuan rumah WSL Championship Tour 2020. Dia mengatakan G-Land dipilih sebagai satu dari 11 seri yang digelar pada 2020.

 Surfing

" Kami siapkan dana US$2,5 juta (sekitar Rp35 miliar). Saya pikir, Banyuwangi adalah daerah yang tepat karena pemerintahnya sudah terbiasa menggelar event sport tourism," kata Robertson.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, mengatakan penyelenggaraan surf tourism dapat berdampak positif pada perekonomian lokal. Selain itu, sejumlah lini akan turut bergeliat.

" Event ini mampu menggerakkan ekonomi daerah. Sektor-sektor pariwisata bergeliat, mulai penerbangan, hotel, restoran, akomodasi. Event ini juga mempekerjakan ratusan warga lokal. Dampak ekonominya besar," kata dia.

Data WSL saat digelar di Kepulauan Fiji tercatat perputaran uang mencapai US$4,27 juta, setara Rp59,7 miliar ke perekonomian setempat. Sedangkan saat dihelat di Australia tercatat memberikan sumbangsih lewat perputaran uang senilai US$20 juta, setara Rp280 miliar.

Topik Terkait :

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik

Jangan Lewatkan