Jatiluwih Festival Bakal Pamerkan Kecantikan Tabanan

Salah satu keunggulan Jatiluwih, adalah sistem tata kelola air Subak.

Mutia
| 13 September 2018 11:11

Dream - Sederet acara-acara internasional digelar di Bali. Hal ini tentu saja semakin mengibarkan pulau dewata sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Festival pun digelar untuk mengenalkan berbagai spot wisata di Bali, salah satunya Jatiluwih Festival 2018 yang digelar di Tabanan.

Jatiluwih Festival 2018 menyajikan beragam kekayaan yang dimiliki Tabanan. Ada seni pertunjukan, seni rupa, kuliner, hingga pameran beragam produk dan komoditas.

" Jatiluwih Festival sudah mendunia. Sebab, wilayah Jatiluwih ini sangat terkenal. Pengakuan tersebut bahkan telah diberikan UNESCO. Konten- konten terbaik juga sudah disiapkan Jatiluwih Festival untuk memberi sensasi berbeda," ungkap Ricky Fauzi, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III, Kementerian Pariwisata, beberapa waktu lalu.

Menurut Ricky, pengembangan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh Jatiluwih Festival ini luar biasa. Mengangkat tema besar 'maTha: Subak', konsep ini memiliki makna harmoni manusia, alam, dan Tuhan.

" Ada banyak esensi dari Jatiluwih Festival. Sebab, festival ini menawarkan berbagai kreativitas. Ada seni budaya tradisional, kontemporer, hingga kombinasi keduanya. Yang jelas, ada banyak pengalaman baru yang akan diberikan bagi pengunjungnya," ungkapnya.

Festival yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata ini memang menyajikan beragam hiburan. Total ada lima sub event yang sudah disiapkan. Ada musik, pertunjukan, seni rupa, kuliner, hingga display beragam produk dan komoditas. Panggung besar bahkan sudah disiapkan Jatiluwih Festival.

Ada beragam genre dan musisi besar yang bakal tampil seperti Indra Lesmana, Dewa Budjana, Koko Harsoe, Ito Kurdhi+Abad 21, Yuri Mahatma, juga Gustu Brahmantya. Untuk seni pertunjukan akan ditampilkan tari tradisional dan kontemporer Tebo Aumbara.

Ada juga Mepantigan Art, Jasmine Okubo, Okokan, Tebuk Lesung, Gong+Tari, Arja, Joged Bumbung, dan Rindik. Komposisi seni rupa bakal memajang lukisan, patung, dan seni instalasi.

Jatiluwih berada di kaki Gunung Watukaru. Salah satu keunggulan Jatiluwih, adalah sistem tata kelola air Subak. Diterapkan secara komunal dan berkeadilan, sistem ini ditetapkan UNESCO sebagai world cultural heritage sejak 2012.

Sumber: Rizlia Khairun Nisa/ Merdeka.com

Topik Terkait :

Sule Resmi Cerai - Fakta Suami Bella Shofie

Jangan Lewatkan