Keraton Se-Nusantara Dukung Pengembangan Wisata Medis Nasional

Vinski Regenerative Center resmi memproklamirkan diri sebagai pusat anti-aging pertama di Indonesia yang membuka program The Empire Medical Tourism.

Ratih Wulan
| 10 November 2016 14:23

Dream - Dunia pariwisata terus mengalami kemajuan di berbagai lini. Termasuk dengan hadirnya medical tourism yang banyak diwacanakan para ahli kedokteran.

Demi mendukung program pemerintah dalam mengejar target kunjungan wisatawan, Vinski Regenerative Center resmi memproklamirkan diri sebagai pusat anti-aging pertama di Indonesia yang membuka program The Empire Medical Tourism.

" Tujuan utamanya kita adalah untuk mengundang orang-orang dari luar negeri untuk menjadi pasien dan melakukan perawatan di sini oleh para dokter yang juga dari sini," terang pemilik Vinski Tower, Natasha Cinta Vinski di bilangan Jakarta Selatan, Rabu, 9 November 2016.

Pernyataan tersebut didukung Presiden Badan Anti-Aging Dunia, Deby Vinski bahwa mereka ingin memberikan pelayanan berkuliatas di bidang kesehatan. Sehingga pasar Indonesia yang demikian besar tidak lari ke luar negeri.

Sebagai satu-satunya pusat anti-aging di Indonesia, Deby dengan percaya diri menawarkan world class clinic, VRC Vinski regenerative center, perawatan stem cell, terapi hormon dan fat grafting yang mulai digandrungi orang.

" Fat grafting itu mengambil lemak di bagian tubuh tertentu lalu disuntikkan ke bagian wajah. Tanpa bantuan make up nanti wajah sudah bagus dan ini aman," imbuh Deby.

Selain mengutamakan kecanggihan teknologi, mereka berencana menyukseskan The Empire Medical Tourism ini dengan menggabungkan unsur budaya tradisional Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dukungan Majelis Keraton Nusantara yang diwakili oleh raja-raja di seluruh nusantara.

" Mulai sejak saat ini, para staf Vinski Tower setiap jumat wajib memakai kebaya dan pakaian tradisional Indonesia dalam melayani para tamu," lanjutnya.

Sejauh ini, Vinski Tower berharap dapat menjadi alternatif pengobatan berkelas dunia. Sehingga masyarakat tidak lagi melakukan perawatan ke berbagai negara seperti Thailand, Korea Selatan, Swiss dan Amerika.

" Potensi sangat besar, kami baru pulang dari Rusia dan dokter-dokter di sana langsung melihat opportunity di Indonesia. Pemilik Hermes pun sudah datang ke sini loh," pungkasnya.

Topik Terkait :

Q&A - Nostalgia Eiffel I'm In Love (Part 2)

Jangan Lewatkan