Kini, Kawasan Danau Toba Miliki Toilet Berkelas Bintang Lima

"Ini adalah toilet umum pertama kelas bintang lima yang dibangun di Danau Toba. Seluruh kelengkapan higienitas sudah tersedia," terang Dirut Badan Otorita Danau Toba, Ari Prasetyo.

Puri Yuanita
| 1 Februari 2017 10:33

Dream - Pembenahan kawasan Danau Toba sebagai satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas terus menampakkan hasil nyata. Toilet di sekitar kawasan wisata tersebut juga sudah mulai berubah wajah.

Tak main-main, pengolahan waste-nya menggunakan biotank yang ramah lingkungan. Kompositnya ditata rapi sehingga mencerminkan toilet berkelas bintang 5. Teknologinya pun menggunakan Panel Blue Energy yang hemat listrik.

" Ini adalah toilet umum pertama kelas bintang lima yang dibangun di Danau Toba. Seluruh kelengkapan higienitas sudah tersedia," terang Dirut Badan Otorita Danau Toba, Ari Prasetyo, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu, 1 Februari 2017.

Pemandangan air kran yang tidak mengalir, tisu beserakan, jejak kaki penuh tanah di lantai hingga lampu yang tidak menyala, tidak lagi akan dijumpai di kawasan yang bakal disulap menjadi '10 Bali Baru' itu. Semua sudah bertransformasi menjadi toilet super bersih berarsitektur kekinian.

" Silahkan cek. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah membangun toilet bintang 5 di Tomok–Samosir, Ajibata–Tobasa dan Muara–Tapanuli Utara. Masing-masing
satu unit," tambah Ari.

Begitu masuk ke bilik toilet, wisatawan langsung disapa dengan wastafel bergaya modern. Urinoirnya setara dengan urinoir bandara. Klosetnya pun tak beda jauh dengan hotel bintang 5. Tidak berbau dan nyaman digunakan. Lantainya? Juga terlihat eksklusif. Seluruhnya dilapisi ubin mozaik aneka warna.

Kesan jorok yang telah begitu melekat dengan gambaran toilet di Indonesia selama puluhan tahun sudah tak lagi terlihat. Semuanya sudah bergeser menjadi toilet keren, higienis. " Dijamin, turis yang masuk akan nyaman berada di sana," sambung Ari.

Hadirnya tiga toilet bintang 5 di sekitar Danau Toba diyakini mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di level global. Selama ini, Indonesia sangat lemah dalam hal infrastructure, health and hygiene, dan environmental sustainability. Setelah dibenahi, ranking Indonesia dalam hal daya saing pariwisata diharapkan bisa segera melompat dari 50 besar dunia ke 30 dunia.

" Bersih itu menjadi kekuatan pariwisata Indonesia, apalagi healthy building sangat difokuskan untuk menuju tahun 2020. Mudah-mudahan perbaikan ini bisa meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia ke 30 dunia," harap Ari.

Lantas bagaimana dengan perawatannya? Siapa juga yang meng-handle kebersihannya? " Setelah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, toilet bintang 5 tadi dihibahkan ke Pemkab. Dan dari Pemkab, pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat sadar wisata dengan kontribusi PAD kepada kabupaten," pungkas Ari.

Menpar Arief Yahya mengakui, problem besar di hampir semua destinasi wisata di tanah air adalah toilet bersih. Semua orang berkeluh kesah dengan toilet, bau tidak sedap, mushalanya juga sempit lembap, dan memberi kesan tidak bersih. Sementara semua orang memahami bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. " Karena itu mulai sekarang toilet harus menjadi perhatian serius di semua destinasi," jelas Menpar Arief Yahya.

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting

Jangan Lewatkan