Kisah 18 Anak Indonesia Timur Wujudkan Mimpi untuk Traveling

Selama tiga hari, mereka menjalani beragam sisi dari traveling untuk yang pertama kali.

Puri Yuanita
| 10 Agustus 2017 16:21

Dream - Tak pernah terlintas di benak Melianus, 10 tahun, dari Raja Ampat untuk bisa naik pesawat pertama kalinya dan bepergian selama 3 hari jauh dari rumahnya. Ia tidak menyangka semua hal itu dapat terjadi hingga Agoda membawa 18 anak berusia 9-11 tahun dalam pengalaman pertama mereka keluar dari kampung halaman dan desa mereka pada tanggal 18 Mei 2017.

Agoda

Anak-anak ini berasal dari Raja Ampat, Alor, Flores dan Sumbawa, daerah kecil di bagian timur Indonesia, dengan keterbatasan infrastruktur perkembangannya yang relatif tertinggal dibanding beberapa daerah di wilayah barat Indonesia. Melihat hal ini, Agoda bekerjasama dengan Taman Bacaan Pelangi berusaha mewujudkan mimpi anak-anak ini untuk menikmati makna kemerdekaan yang sebenarnya di Labuan Bajo.

Agoda

Selama tiga hari, mereka menjalani beragam sisi dari traveling untuk yang pertama kali. Banyak dari mereka, seperti Yandi, hanya tahu soal Komodo dari buku bergambar. Mereka tak pernah membayangkan bisa melihat Komodo secara langsung dari dekat di Pulau Rinca yang berjarak 700 kilometer dari rumahnya di Alor. Sedangkan bagi Passya, snorkeling dan berenang di air jernih pantai Pulau Kanawa bersama teman-teman baru adalah pengalaman yang paling seru dari perjalanan ini.

Agoda

" Indonesia adalah negara yang sangat luas dan beragam dari segala sisi baik alam, flora & fauna, makanan, dialek Bahasa dan budaya. Menghabiskan waktu bersama anak-anak dan membawa mereka melihat Indonesia yang berbeda dari daerah rumah mereka merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami," jelas Gede Gunawan, Country Director, Agoda, dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis, 10 Agustus 2017.

Agoda

Lebih penting lagi, Gede Gunawan menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan sensasi pengalaman mandiri dan bebas merdeka untuk bermimpi. Sebuah pelajaran berharga, apalagi bagi mereka yang berada dalam usia muda dengan angan serta cita-cita yang tak terbatas sesuai daya imajinasi mereka.

Agoda

" Traveling adalah pengalaman luar biasa bagi kaum muda untuk berkembang dan mandiri, juga bertemu dengan orang serta pengalaman baru. Agoda sangat senang bisa memberikan pengalaman tersebut untuk anak-anak ini," lanjut Gede. " Buat saya pribadi, itulah bagian terbaik dari traveling."

Agoda

Gede Gunawan, bersama dengan Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi and Travel Sparks menghadirkan pengalaman traveling tersebut kepada anak-anak yang kesemuanya berasal dari Indonesia Timur ini.

Agoda

Layaknya semua pelacong, satu hal yang tidak bisa dibendung anak-anak ini adalah rasa sedih untuk mengakhiri perjalanan dan berpisah dari teman baru. Setelah 3 hari bersama, mereka cepat menjadi akrab dan berjanji untuk saling berkomunikasi lewat surat dan media komunikasi lain. Beberapa mencetuskan ide untuk berkumpul dan traveling bersama suatu hari nanti. Tentunya tanpa diawasi banyak orang dewasa.

Agoda

Kegiatan ini adalah bagian dari kampanye #agodaBaseCamp yang diluncurkan Oktober lalu di Indonesia. Dalam kegiatan ini, Agoda sepenuhnya mendonasikan Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) untuk dikelola Taman Bacaan Pelangi. Dalam perjalanan ini Agoda dan Taman Bacaan Pelangi turut meresmikan sebuah perpustakaan baru di SDN Rangga Watu yang merupakan hasil dari komitmen Agoda tersebut.

Laporan Khusus - Pertumbuhan Muslim di Benua Biru

Jangan Lewatkan