Kisah Satu-satunya Toko yang Masih Bertahan di Pasar Suriah

Menyedihkan, toko milik Mohammad Shawash itu berdiri di tengah lautan jalan beton dan puing-puing bangunan yang hancur.

Puri Yuanita
| 29 Desember 2017 17:11

Membangun Kembali Tokonya Seorang Diri

Shawash, penduduk asli Khan Al-Harir, adalah salah satu dari mereka yang memutuskan untuk kembali.

"Saya dibesarkan di sini dan saya membuka tokonya dari jam 07.00 pagi sampai larut malam. Saya kenal semua orang di sekitar saya," katanya.

"Jalan-jalan penuh dengan orang yang lewat, warung, restoran, dan orang-orang yang menjual pakaian, karpet serta perabotan. Tapi sekarang tidak ada siapa-siapa."

Ketika dia kembali awal tahun ini untuk memeriksa tokonya, Shawash mendapati tembok tokonya runtuh, barangnya hilang dan terbakar serta jalanan kosong.

"Ini bukan hanya tentang kehilangan uang atau modal. Saya kehilangan tetangga saya, saya kehilangan teman-teman saya, saya kehilangan diri saya sendiri."

Selama seminggu, Shawash menumpuk bata, semen, dan batu di gerobak kecil lalu memperbaiki tokonya sendirian.

"Saya benar-benar kelelahan karena jalanannya sempit dan ada bekas puing dimana-mana, yang berarti mobil tidak bisa melewatinya," katanya.

Sejak itu, dia pun memulai ritual hariannya. Meletakkan taplak meja dan tikar plastik warna-warni untuk dipajang. Shawash kemudian duduk di kursi plastik dan menunggu pelanggan sembari memegang tasbih di tangan. Namun berjam-jam tak ada satu pun pembeli yang datang. Jadi, dia mengemasi barangnya, mengunci pintu toko, lalu pulang ke rumah.

"Aleppo adalah simbol peradaban," katanya. "Saya bangga menjadi orang pertama yang membuka kembali toko saya di souk ini, tapi saya berharap kehidupan kembali ke pasar ini."

(Sumber: arabnews.com)

Topik Terkait :

AXIS Pop Up Campus

Jangan Lewatkan