Penelitian: Kurang Traveling Berdampak Besar Pada Emosional

Kurangnya waktu untuk berlibur dapat berdampak buruk bagi kesehatan emosional.

Ulyaeni Maulida
| 22 Agustus 2020 13:10

Menyiapkan rencana baru

Pada Juli, Perdana Menteri Barbados, Mia Amor Mottley mengumumkan negaranya sedang mempertimbangkan "Perangko Selamat Datang Barbados" selama 12 bulan, yang memungkinkan wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di pulau itu.

“Wabah Covid-19 telah menghadirkan tantangan luar biasa bagi negara-negara yang bergantung pada pariwisata dan perjalanan dan kami telah mencapai posisi di mana kami menyadari bahwa bagian dari tantangan tersebut terkait dengan perjalanan jangka pendek,” kata Mottley.

Jadi ia pun tengah mempersiapkan Barbados sebagai tempat untuk berlibur dengan jangka waktu yang lama. Namun, tetap mendapatkan keuntungan baik bagi pemerintah setempat maupun para wisatawan.

(Beq, Sumber: travelandleisure.com)

Detik-detik Marshanda Hilang Misterius di Los Angeles, Amerika Serikat

Jangan Lewatkan