Makin Mahal, Amsterdam Pungut Pajak Menginap Tertinggi di Eropa

Total pajak yang harus dibayar bisa setara tarif sewa kamarnya semalam.

Ahmad Baiquni
| 8 Januari 2020 09:10

Dream - Amsterdam memang selalu berhasil menarik minat traveler berkunjung. Ibu Kota Belanda ini punya banyak destinasi yang siap memanjakan hasrat berpetualang menyusuri sudut perkotaan.

Jika sudah punya rencana liburan ke Amsterdam tahun ini, tampaknya kamu harus menyiapkan anggaran lebih. Terutama untuk penginapan.

Pemerintah Kota Amsterdam menerapkan pajak bermalam bagi setiap pengunjung terhitung mulai 1 Januari 2020. Besarannya 3 euro, setara Rp47 ribu, per orang per malam bagi pengunjung yang menginap di hotel dan 1 euro, setara Rp15 ribu bagi yang bermalam di akomodasi Airbnb.

Jangan anggap angkanya kecil. Karena seorang turis juga dibebani pajak 7 persen dari tarif sewa kamar hotel dan 10 persen dari ongkos sewa Airbnb.

" Ini akan membuat Amsterdam sebagai kota dengan pajak menginap tertinggi di Eropa," ujar Direktur Kebijakan Asosiasi Pariwisata Eropa, Tim Fairhurst, dikutip dari Lonely Planet.

 Amsterdam

Jika dihitung, sepasang turis yang menginap selama sepekan di hotel bertarif 120 euro per malam, setara Rp1,8 juta, maka akan terbebani pajak mencapai lebih dari 117,60 euro, setara Rp1,8 juta. Peningkatan yang sangat signifikan.

Negara-negara Eropa kebanyakan memungut pajak menginap yang digabung dengan taguhan hotel. Ada banyak cara menghitungnya, tergantung kota mana yang kamu kunjungi.

Contohnya di Paris, Perancis, setiap turis dikenai pajak menginap dengan besaran antara 20 sen hingga 1,5 euro, setara Rp3.100 sampai Rp23 ribu per malam. Besarannya ditentukan berdasarkan lokasi dan rating bintang tiap hotel.

 Amsterdam

Di Roma, Italia, besaran pajak menginapnya sama dengan Perancis. Sehingga kamu akan membayar pajak dengan total lebih dari 7 euro, setara Rp109 ribu per orang per malam atau lebih dari 80 euro, setara Rp1,2 juta untuk dua orang jika tinggal selama sepekan.

" Faktanya adalah jumlah pengunjung terus bertambah, Anda tidak dapat membangun pagar pembatas di sekeliling kota dan kami juga tidak ingin melakukan itu," kata juru bicara Wakil Walikota Amsterdam Groot Wassink, Vera Al.

Al mengatakan peningkatan tarif pajak bukan bertujuan untuk menekan jumlah wisatawan. Tetapi, dia menilai keputusan ini merupakan hal yang sangat prinsip.

" Butuh biaya besar untuk menjaga kota kami agar tetap bersih dan aman, dan infrastruktur kami, seperti jembatan, dalam keadaan baik," terang Al.

Topik Terkait :

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian

Jangan Lewatkan