Manjakan Lidah dengan Menu dan Konsep Saji Baru Singapore Airlines

Menu ini tersedia untuk penerbangan jarak pendek.

Ahmad Baiquni
| 25 November 2020 19:09

Dream - Mungkin kamu merasa bosan dengan menu makanan pesawat ketika harus terbang ke luar negeri paling lama 3,5 jam. Kamu kurang berselera karena pilihan menunya tidak banyak.

Tenang, kamu tidak akan mengalaminya lagi saat terbang dengan Singapore Airlines dan SilkAir. Mulai 1 Desember 2020, dua maskapai berbasis di Singapura ini menawarkan pilihan menu yang lebibh beragam untuk penerbangan jarak pendek di Kelas Ekonomi.

" Kami sangat senang dapat menawarkan lebih banyak variasi dan kualitas makanan pada penerbangan jarak pendek kami, termasuk pilihan menu lokal Singapura yang digemari," ujar Senior Vice President Customer Experience Singapore Airlines, Yeoh Phee Teik, melalui keterangan tertulis.

Yeoh berharap sajian menu baru ini dapat menjadi makanan yang membuat nyaman dan dirindukan baik pelanggan Singapura maupun Internasional.

 Menu Baru Singapore Airlines

" Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sambil menjaga keberlanjutan di garis depan operasi kami," ucap dia melanjutkan.

Lebih dari 40 menu baru akan tersedia secara bergilir pada penerbangan yang berbeda, termasuk hidangan favorit Singapura seperti bubur, laksa, dan mee siam dengan saus gravy. Menu ini sebelumnya tidak tersedia untuk Kelas Ekonomi.

Kini menu ini dapat dinikmati setelah SIA mengganti peranti makan plastik dengan solusi pengemasan baru terdiri dari kotak dan cangkir anti bocor terbuat dari kertas bersertifikat Forest Stewardship Council, kotak makanan penutup, dan paket sendok garpu dari bambu dengan kertas pembungkus.

Kotak unik ini dapat menampung jumlah makanan yang sama dengan pinggan namun lebih dalam dan lebih aman. Sehingga memungkinkan untuk menyimpan hidangan dengan saus ataupun berkuah berkuah tanpa ada rembesan.

 Menu Baru Singapore Airlines

Peralatan ini juga aman untuk oven dan tahan terhadap pemanasan tinggi, kualitas makanan dipastikan akan tetap terjaga bahkan setelah dipanaskan kembali.

Konsep makanan baru ini dikembangkan bersama oleh SIA dan SATS, yang merupakan mitra katering Maskapai Penerbangan yang berbasis di Singapura tersebut. Setelah mempelajari potensi titik cela dan area perbaikan dalam pengalaman penerbangan jarak pendek dan melewati penelitian dan pengembangan selama berbulan-bulan, perusahaan merancang kotak yang serbaguna dan ramah lingkungan, namun juga meningkatkan rasa, variasi dan kualitas makanan.

Ini juga akan mengurangi jumlah plastik sekali pakai, termasuk cangkir dan polibag untuk peralatan makan di atas baki makan hingga 80 persen dari beratnya. Yang tertinggal di baki, termasuk peralatan makanan baru, akan dibawa kembali ke Singapura, dikirim ke eco-digester di SATS dan diubah menjadi pelet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar turunan sampah.

Pemrosesan limbah di lokasi mengurangi sekitar 60 persen limbah katering dan selanjutnya mengurangi emisi dari pengangkutan ke insinerator. Selain itu, penggunaan peralatan kertas yang lebih ringan membantu mengurangi konsumsi bahan bakar di penerbangan.

 Menu Baru Singapore Airlines

" Mengembangkan solusi pengemasan ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kualitas makanan harus mempertimbangkan berbagai tantangan yang unik dalam sebuah persiapan makanan penerbangan," kata CEO Food Solutions SATS, Kerry Mok.

" Kami senang meminjamkan keahlian kuliner dan pengetahuan kami tentang teknologi makanan dan pengemasan untuk berkolaborasi dengan SIA dalam membuat sebuah transformasi pada pengalaman perjalanan," ucap dia melanjutkan.

Video Detik-detik Mobil Presiden Jokowi Terjang Banjir di Kalsel

Jangan Lewatkan