Mencicipi `Kue Terlarang` Raja Korea

Raja tak mau bahan-bahan kue yang diambil dari alam menjadi habis.

Syahid Latif
| 26 Mei 2017 15:10

Selain produk kosmetik, Negeri Ginseng, Korea Selatan menyimpan berbagai destinasi menarik. Salah satunya adalah travel kuliner yang bisa dijumpai di berbagai tempat.

Namun kini tinggalkan sebentar makan terkenal seperti bibimpap atau bulgogi. Tahukan Sahabat Dream, jika Negeri K-Pop ini juga punya kue camilan yang terkenal dan berusia ratusan tahun.

Bahkan dikisahkan, kerajaan Korea sampai melarang penduduknya membuat kue ini untuk melindung bahan dasarnya.

 Hangwa

Kue tradisional itu benama Hangwa. Kue ini telah ada sejak abad ke-7 di Korea. Namun baru pada abad 9 mulai dikembangkan. Bahan utama berupa sari bunga, madu, dan minyak.

Seperti di kerajaan-kerajaan lain di dunia, jenis Hangwa pun terbagi dalam beberapa strata. Hangwa dengan status tertinggi bernama Yumilgwa. Kue ini banyak dikonsumsi raja dan keluarga kerajaan.

Yumilgwa dibat dari aneka tepung dicampur madu, minyak, dan sedikit alkohol. Kue ningrat ini biasanya tak bisa disimpan dalam waktu lama. Kue biasanya dibuat dalam bentuk bunga.

 hangwa Raja

Sementara bagi masyarakat biasa, jenis Hangwa yang dibuat diberi nama Yugwa. Kue ini biasanya tahan lama karena melalui proses fermentasi cukup lama. Hampir satu bulan.

Beberapa jenis Hangwa lain yang berkembang di korea adalah Suksilgwa, Dasik, Jeong-gwa, dan Yeot-Ganjeong.

Yumilgwa, kue raja, awalnya dibuat sebagai pengganti buah. Kala itu kerajaan sulit mengonsumsi buah karena musim dingin.

Berkembangnya Hangwa membuat raja mengeluarkan titah yang terdengr tak lazim. Warga dilarang lagi membuat Hangwa. Tujuannya untuk melindungi bahan-bahan alami yang dipakai untuk membuat kue ini.

 Hangwa

Memasuki abad ke-14, Hangwa ternyata semakin populer di kalangan masyarakat Korea. Kue ini juga tak lagi menjadi kudapan khusus raja. Semua kalangan bisa memakannya.

Tak heran, jenis Hangwa beranak pinak hingga jumlahnya mencapai 254 jenis.

Seiring berkembangnya zaman, Hangwa mengalami kemunduran. Generasi masa kini mulai banyak yang tak mengenal kue tradisional berusia ratusan tahun ini.

Untuk melestarikan dan kembali mempopulerkan kue tradisionalnya, pemerintah Korea memutuskan membangun Hangaone atau Hangwa Cultural Museum.

 Hangwa

Berlokasi di dekat danau Sanjung Hosu, museum ini menjadi daya tarik traveler sejak dibangun April 2008. Kyu-heu Kim adalah inisiator sekaligus salah satu grand master pembuatan Hangwa.(Sah)

Topik Terkait :

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan