Menpar Namakan Anak Jerapah 'Bimo' di Baobab Safari Resort

Nama itu sangat istimewa. Bukan hanya karena nama Bimo itu perlambang satria Pendawa yang tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Tetapi, nama itu adalah nama anak laki-laki Menpar Arief Yahya.

Puri Yuanita
| 6 Agustus 2017 08:19

Dream - Bayi Jerapah laki-laki yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Pasuruan, Jatim itu menjadi monumental. Menteri Pariwisata Arief Yahya memberi nama si jabang bayi itu " Bimo" . Yang dalam pewayangan itu adalah nama lain dari Seno atau Werkudoro, anak kedua di pendowo limo.

Nama itu sangat istimewa. Bukan hanya karena nama Bimo itu perlambang satria Pendawa yang tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Tetapi, nama itu adalah nama anak laki-laki Menpar Arief Yahya. " Iya, betul! Itu nama salah satu orang yang paling saya cintai, anak-anak saya!" sebut Arief Yahya, dikutip dari keterangan pers tertulis, Minggu 6 Agustus 2017.

Menpar mengingatkan pada para pejabat Pemda yang hadir, agar bergerak lebih cepat. Caranya, buat sparing partner atau ciptakan musuh, agar tidak ngantukan dan lelet. Dia mencontohkan dua negara yang pariwisatanya bertumbuh paling cepat, yakni Jepang dan Vietnam.

" Dulu saya menempatkan Malaysia sebagai musuh emosional, dan Thailand sebagai musuh professional. Pertumbuhan kedua negara itu jauh di bawah Indonesia. Brandingnya juga jauh di sudah dikalahkan Indonesia. Kita dan Vietnam termasuk 20 besar negara the fastest growing in the world, dengan tumbuh di atas 20%, empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Arief Yahya.

Di akhir cerita, Menpar Arief menantang balapan Jatim dengan 9 destinasi prioritas lain untuk menjadi yang tercepat. " Siapa yang tercepat menembus 1 juta wisman di 2019? Saya tantang Jatim untuk berkompetisi! Biasanya, Jatim itu semangat dan menangan kalau sudah berlomba seperti ini," tantangnya.

Atraksi dan sekaligus Amenitas di Bromo-Tengger-Semeru (BTS) Jawa Timur yang pasti, sudah bertambah satu lagi. Rabu, 3 Agustus 2017 ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekan tombol Grand Opening Baobab Safari Resort, di Pasuruan, Jawa Timur.

Ini akan menjadi resort pertama di Indonesia dengan konsep akomodasi yang dikelilingi oleh satwa liar. Karena kompleks resort itu terintegrasi dengan Taman Safari Indonesia II Prigen, yang hidup bersama satwa liar di alam bebas.

" Pasti seru dan penuh sensasi! Baobab Safari Resort bisa menjadi bagian yang memperkuat pengembangan Atraksi Bromo-Tengger-Semeru dan sekitarnya," jelas Arief Yahya, Menpar RI yang sempat meninjau lokasi resort itu.

Kementerian Pariwisata, lanjut Arief Yahya, mengapresiasi manajemen PT Taman Safari Indonesia yang membuka Baobab Safari Resort and Convention itu. Ada tiga hal strategis yang disampaikan Menpar Arief di Prigen, Jatim. Pertama, Baobab ini merupakan amenitas di tengah atraksi BTS, dan Taman Safari terbesar di Indonesia, dengan luas 350 ha.

" Bahkan salah satu yang terluas di Asia, untuk kategori Taman Safari. Bedanya Taman Safari dengan Zoo atau kebun binatang itu, Taman Safari binatangnya dilepas bebas, sedang Zoo dimasukkan ke dalam kerangkeng," kata Menteri Arief Yahya.

Sebagai atraksi dan amenitas, lanjut Menpar Arief, Baobab Safari Resort and Convention ini adalah Konsep Animal Edutainment pertama, yang memadukan akomodasi dikelilingi oleh satwa liar. Bahkan agar makin menarik, TSI II memiliki Aquatic Land seluas 1.500-2.000 m2 yang dihuni oleh pinguin, linsang, anjing laut dan satwa langka lainnya.

Kedua, kata Arief Yahya, TS II itu berada di destinasi prioritas, yang biasa disebut 10 Bali Baru. Karena itu atraksi dan amenitasnya juga harus word class, karena Bromo Trngger Semeru merupakan satu dari 10 destinasi yang diformat menjadi kelas dunia.

" Tidak lama lagi akan dibuat Perpres Badan Otorita Pariwisata (BOP) BTS, yang menggunakan prinsip single management single destination. Ujung dari BOP ini adalah akan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata," jelas Arief Yahya.

Point strategis ketiga adalah pengembangan destinasi. Menpar Arief Yahya memiliki rumus 3A, sebagai syarat pengembangan sebuah destinasi yang berkelas. " Harus ada atraksi, harus punya akses dan tersedia amenitas yang cukup," ungkap dia.

Kemenpar memang sedang mengembangkan 10 destinasi prioritas atau yang populer sebagai '10 Bali Baru'. Ini adalah salah satu cara untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019. " Satu diantaranya adalah Bromo-Tengger-Semeru (BTS), gunakan momentum ini untuk membangun pariwisata di Jawa Timur," katanya.

(Sumber: Kementerian Pariwisata)

9 Liquid Lipstick Lokal Terbaru

Jangan Lewatkan