Menparekraf Proyeksikan Labuan Bajo Sebagai Destinasi Wisata Alam dan Budaya

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima wilayah DSP di Indonesia.

Annisa Mutiara Asharini
| 9 Januari 2021 11:38

Dream -  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memproyeksikan kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi pariwisata berbasis alam dan budaya.

Sandiaga Uno mengatakan pengembangan wisata berbasis alam, budaya dan religi ini diusulkan oleh perwakilan dari Keuskupan Ruteng.

" Tadi Bapak Uskup Ruteng menitipkan pengembangan wisata budaya dan religi, karena di sini ternyata ada beberapa situs yang menjadi bagian dari jelajah alam wisata edukasi sehingga pengembangannya ke depan akan dikerjasamakan tentunya dengan Keuskupan Ruteng," kata Sandiaga, dilansir dari laman resmi Kemenparekraf.

 Labuan Bajo

Wisata olahraga, wisata berbasis alam terbuka dan wisata edukasi akan menjadi poin pengembangan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia.

" karena tahun depan akan ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ada Asean Summit kita harus isi dengan calendar of events sehingga Labuan Bajo akan jauh lebih siap," ujarnya.

Kemenparekraf akan mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta mengembangkan potensi wisata di kota yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat itu.

Sandiaga juga mengimbau agar seluruh masyarakat, termasuk para pelaku wisata dan ekonomi kreatif untuk tetap mematuhi protokol kesehatan K4 (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

 Labuan Bajo

Ia menekankan pada satu tahun ke depan untuk dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dari segi kesiapan infrastruktur, interkoneksi, produk-produk wisata, calendar of events dan dukungan pada kegiatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyerahkan sertifikat CHSE kepada empat hotel di Labuan Bajo. Pihaknya akan memperluas cakupan bagi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo, terutama bagi pelaku restoran.

" Karena ini destinasi unggulan, kita ingin paling tidak 70 persen dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sini bisa tersentuh program CHSE," jelasnya.

Topik Terkait :

Kamu Bisa lakuin 4 Hijab Hacks Ini

Jangan Lewatkan