2021 Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kolaborasi berbagai pihak dapat menjadi lokomotif kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Annisa Mutiara Asharini
| 3 Januari 2021 11:26

Dream - Pemerintah terus menggalakkan program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan agar 2021 menjadi tahun kebangkitan bagi sektor ini.

Sandiaga menuturkan, tercatat lebih dari 34 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di 2019. Lebih dari 90 juta rakyat yang terkait dan menikmati manfaat dari pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, terdapat 31 subsektor lapangan usaha dalam cakupan pariwisata dan ekonomi kreatif.

" Angka-angka ini sangat besar, menunjukkan sangat luar biasa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menjadi daya ungkit ekonomi," kata Sandiaga Uno, dilansir dari laman resmi Kemenparekraf.

Namun seperti diketahui, pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Angka kunjungan wisatawan lesu dan keterisian kamar hotel jadi menurun. Restoran dan destinasi wisata lain juga ikut terdampak karena fenomena ini.

" Tahun 2021 adalah momentum tahap awal pemulihan kita, tetapi kita harus disiplin dalam melakukan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan lingkungan (K4). Sosialisasi, program kemitraan, hingga dana hibah akan terus kita lakukan," tuturnya.

 Kemenparekraf

Terdapat tiga pilar yang akan diterapkan oleh Kemenparekraf. Pertama adalah inovasi, yakni dengan pendekatan Big Data untuk memetakan potensi dan menguatkan berbagai aspek sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pilar kedua adalah adaptasi, yakni membiasakan dan mendisiplinkan penerapan protokol CHSE (K4) di setiap destinasi pariwisata sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan sertifikasi CHSE gratis.

" Sertifikasi ini penting, karena ketika konsumen melihat ada stiker tersebut mereka akan yakin bahwa lokasi atau destinasi tersebut aman. Ini salah satu cara kita berikan standarisasi penerapan protokol," kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Sedangkan pilar ketiga adalah kolaborasi, di mana Kemenparekraf/Baparekraf sebagai fasilitator aktif akan berkolaborasi dengan ekosistem parekraf untuk dapat menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Topik Terkait :

Ayu Ting Ting Proses Hater sampai ke Penjara

Jangan Lewatkan