Keramahan Perayaan Idul Fitri di Selandia Baru

Selandia Baru dikenal punya keramahan dan toleransi yang tinggi.

Maulana Kautsar
| 21 Juni 2018 17:38

Dream – Kegiatan sahur, berbuka puasa, dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga menjadi mimpi umat Islam. Tetapi, ada beberapa pelajar Indonesia yang harus menjalani Ramadan hingga Idul Fitri di perantauan negara tetangga.

Lingkungan yang berbeda kerap dirasakan. Tetapi, perasaan itu tidak berlaku bagi pelajar Indonesia di Selandia Baru yang tergabung dalam Victoria-Wellington Indonesian Student Association (WISA).

Para pelajar yang tergabung di WISA tidak merasakan tantangan yang berat ketika Ramadan. Mereka justru menjadikan pengalaman itu sebagai momen untuk mempererat persaudaraan di antara para pelajar Indonesia di Selandia Baru.

Ketua WISA, Hanna Aulia mengatakan organisasinya sempat menggelar dua kali
kegiatan buka puasa bersama pada Ramadan tahun ini. Di tahun ini WISA melibatkan komunitas lain di Victoria University of Wellington seperti Wellington Malaysians Students’ Organisation and VicMuslims.

“ Selama tinggal di Selandia Baru, memang banyak pelajar Indonesia yang merasa nyaman bergaul dengan pelajar Malaysia ataupun Singapura karena memiliki banyak kemiripan, mulai dari budaya hingga bahasa. Kemiripan inilah yang membuat kami tetap merasa nyaman menjalankan ibadah puasa, meski harus berjauhan dari keluarga," kata Hanna dalam keterangan resminya, Kamis, 21 Juni 2018.

Dalam acara buka puasa bersama yang diikuti 80 mahasiswa itu, digelar juga kegiatan tarawih bersama.

" Untuk menambah keseruan acara, meski kami menyediakan hidangan utama, namun kami juga mengajak teman-teman agar membawa makanan lain dan mengadakan kompetisi makanan, dimana seseorang yang membawa makanan utama maupun makanan penutup yang
terbaik memenangkan kompetisi ini,” ujar Hanna.

Hanna mengatakan, pada perayaan Idul Fitri tahun ini, para pelajar Indonesia merasakan kenyamanan. Kondisi ini terjadi karena Idul Fitri di Selandia baru didukung oleh toleransi yang tinggi di negara ini.

Menurut Hanna para mahasiswa non-Muslim tidak hanya antusias dengan Ramadan
dan ikut sibuk membantu menyediakan dan membagikan makanan berbuka puasa untuk teman-temannya yang berpuasa. Para mahasiswa non-Muslim juga berkumpul dengan seluruh mahasiswa Muslim untuk turut merayakan Idul Fitri selepas sholat Id.

Selandia Baru memang dikenal sebagai negara tujuan studi, dengan para mahasiswanya yang multikultural. “ Kami juga beruntung memiliki kesempatan untuk tinggal dan studi di Selandia Baru karena masyarakatnya memiliki keramahan dan rasa toleransi yang tinggi terhadap pendatang yang memiliki budaya dan agama yang berbeda,” ujar Hana.

(Sah)

Topik Terkait :

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-

Jangan Lewatkan