Meski Hancur Akibat Perang, Suriah Tetap Promosikan Pariwisata

Promosi pariwisata Suriah menuai kritik.

Puri Yuanita
| 23 Januari 2018 16:05

Dream - Di Suriah, bangunan-bangunan terbengkalai. Jutaan orang telah meninggalkan rumah mereka. Dan situs bersejarah telah hancur, baik oleh pemboman militer atau di tangan ISIS.

Namun pihak berwenang Suriah tetap berharap agar pengunjung melihat kejayaan negara tersebut di masa lalu sebelum dilanda perang. Bahkan mereka telah mempromosikan negara tersebut pada sebuah pameran pariwisata internasional di Spanyol pada hari Sabtu lalu.

Sementara pejabat pemerintah mengatakan bahwa negara tersebut sudah mengalami sedikit perubahan - pemerintah telah menguasai kembali sebagian besar wilayah yang hilang dalam beberapa tahun terakhir dari tangan pemberontak. Dengan alasan tersebut mereka pun mengambil risiko untuk mempromosikan pariwisata meskipun menuai banyak kritik.

Sebelum kondlik di negara tersebut dimulai pada tahun 2011, Suriah merupakan rumah bagi serangkaian destinasi wisata, mulai dari benteng Aleppo sampai reruntuhan Palmyra era Romawi, dan sektor penjualan menjadi bagian utama dari ekonominya.

Banyak dari situs tersebut yang kemudian rusak parah bahkan hancur seluruhnya oleh perang yang berlangsung. Keresahan pun melanda masyarakat dunia yang mendorong pemerintah berbagai negara melarang warganya untuk melakukan perjalanan ke Suriah.

Negara ini berharap bisa mengubahnya. Pejabat dari Kementerian Pariwisata Suriah pun menghadiri Pameran Wisata Bisnis Internasional di Madrid pada Sabtu lalu dengan harapan dapat menarik pengunjung kembali ke negara tersebut.

" Tahun ini adalah waktu untuk membangun kembali Suriah dan ekonomi kita," Bassam Barsik, Direktur Pemasaran di Kementerian pariwisata Suriah, mengatakan kepada kantor berita Agence France-Presse di Madrid.

Barsik mengatakan 1,3 juta pengunjung asing melakukan perjalanan ke Suriah tahun lalu, meskipun jumlah tersebut termasuk orang-orang yang berasal dari negara tetangga seperti Libanon. Dia mengatakan, para pejabat berharap dapat meningkatkan jumlah pengunjung menjadi dua juta pada tahun 2018.

Namun, ajakan bagi wisatawan tersebut berisiko menjadi " boomerang" bagi pemerintah Suriah.

Pemerintah Suriah secara luas dikritik pada tahun 2016 ketika saluran resminya yang menerbitkan sebuah video dengan tagline, " Syria Always Beautiful" , untuk mempromosikan pariwisata negara ini. Video tersebut menunjukkan pemandangan luas garis pantai negara itu.

Video tersebut merupakan salah satu dari puluhan upaya yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk menarik wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. Video tersebut diterbitkan pada musim panas 2016, sementara saat itu militer masih berjuang untuk merebut kembali kendali Aleppo dan pertumpahan darah pun masih terjadi di seluruh negeri.

(Sumber: nytimes.com)

Topik Terkait :

Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak

Jangan Lewatkan