Meski Kasus Covid-19 Tinggi, India Akan Buka Taj Mahal

Pembukaan ini tentu mengkhawatirkan banyak pihak.

Ahmad Baiquni
| 9 September 2020 18:07

Dream - Otoritas pariwisata India berencana membuka kembali destinasi wisata terkenal Taj Mahal dalam waktu dekat. Padahal, India mengalami lonjakan kasus Covid-19 sangat tinggi.

" Taj Mahal akan dibuka kembali pada 21 September. Semua protokol Covid-19, seperti jaga jarak dan penggunaan masker akan diterapkan," ujar Wakil Direktur Departemen Pariwisata Negara Bagian Uttar Pradesh, Amit Srivastava.

Ketika Taj Mahal dibuka nanti, pengunjung akan dibatasi sebanyak 5.000 orang per hari. Pada kondisi normal, monumen bersejarah tersebut dikunjungi sedikitnya 20 ribu orang setiap harinya.

Taj Mahal ditutup selama enam bulan sejak Maret lalu untuk menekan penyebaran Covid-19. Penutupan itu bersamaan dengan kebijakan lockdown yang dijalankan India.

 Taj Mahal

Taj Mahal (Shutterstock.com)

Sementara Uttar Pradesh tercatat sebagai negara bagian yang terkena dampak pandemi Covid-19 paling parah. Ada lebih dari 270 ribu kasus Covid-19 tercatat hingga hari ini.

Meski masih berbahaya, India menyerukan pembukaan kembali sektor ekonominya. Padahal, infeksi Covid-19 hingga saat ini semakin meninggi.

Sejak Agustus lalu, India melaporkan lonjakan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Bahkan Uttar Pradesh mencatatkan rekor kasus baru melebihi Brasil yang sempat dinyatakan negara dengan kasus baru Covid-19 tertinggi kedua di dunia.

Sumber: Liputan6.com/Natasha Khairunisa Amani

Topik Terkait :

Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak

Jangan Lewatkan