Misteri Penemuan Puluhan Mumi Venzone, Ilmuwan Sampai Bingung

Total 42 mayat telah digali dari makam.....

Puri Yuanita
| 5 Desember 2017 17:05

Dream - Pada tahun 1647, pekerja konstruksi yang melakukan perbaikan di Gereja Saint Andrew di kota kecil Venzone, di Provinsi Udine, Italia, secara tidak sengaja membuka sebuah makam di halaman gereja.

Di dalamnya ditemukan tubuh pria yang sangat kering, yang rata-rata tampak tinggi. Tubuhnya kini telah menyusut menjadi hanya 33 kilogram, atau menyusut sekitar 15 kg. Tapi anehnya, jasad tersebut tidak membusuk.

mumi

(Sumber: amusingplanet.com)

Selama empat abad berikutnya sampai sekarang, total 42 mayat telah digali dari makam di halaman gereja. Semua mayat telah mengalami mumifikasi spontan beberapa saat setelah mereka dikuburkan. Kulit mereka menjadi kuning kecoklatan.

Otot, termasuk jantung, telah berkurang menjadi selaput tipis, sementara organ dalam seperti ginjal dan pankreas telah hilang. Otak menjadi sepertiga dari volumenya. Mumi ini memiliki berat antara 22 dan 44 kg, dan meski sangat berubah, bentuk dan fitur tubuh mereka tetap terpelihara denngan baik dan sepenuhnya dapat dikenali.

mumi

(Sumber: Jean-Marc Pascolo/Wikimedia)

Investigasi mengungkapkan bahwa transformasi telah terjadi di dalam sebelas makam, yang semuanya terletak di dekat altar tinggi. Tapi tidak satu pun dari sebelas makam ini menunjukkan tanda-tanda konstruksi khusus, mereka terbuat dari batu dan tertutup oleh lempengan batu.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 1906, penulis F. Savorgnan de Brazza membahas beberapa hipotesis mengenai penyebab mumifikasi. Adanya garam, alumina atau kapur mungkin telah menghasilkan pengeringan semacam itu, namun tidak ada zat seperti itu ditemukan di dalam makam.

Brazza percaya bahwa mumi itu disebabkan oleh jamur, Hypha Tombicina, yang sporanya dikenal umum sering terdapat di kuburan dan peti mati kayu.

" Makam Hypha," Brazza menulis, " Sangat membutuhkan kelembaban. Jamur ini berkembang biak dengan sangat cepat dan mengeringkan tubuh sebelum mereka mengalami dekomposisi" . Upaya untuk menumbuhkan spesies Hypha ini tidak pernah berhasil, kata Brazza.

mumi

(Sumber: Joadl/Wikimedia)

Pada saat Brazza membuat tulisannya, jumlah mumi di Venzone berjumlah 42 orang. Gempa di daerah tersebut pada tahun 1976 telah mengurangi jumlahnya menjadi hanya 15 orang. Jumlah mereka yang menurun telah membuat agak sulit untuk mempelajari kondisi di baliknya. Mumifikasi mereka benar-benar terjadi. Namun selanjutnya, orang-orang mati tidak lagi dikuburkan di gereja-gereja.

Untuk saat ini, teori jamur tidak lebih dari spekulasi. Pada tahun 1983, profesor dari University of Minnesota, Arthur C Aufderheide mengunjungi situs tersebut dan diizinkan untuk mengkultur dua sampel jamur dan juga mengumpulkan contoh tanah, kayu dan batu bata untuk dianalisis. Namun tak satupun mikroorganisme yang diidentifikasi berhasil melengkapi deskripsi tentang Hypha Bombicina.

mumi

(Sumber: Joadl/Wikimedia)

Aufderheide menyimpulkan bahwa penjelasan yang paling mungkin tentang mumifikasi di Venzone adalah karena keberadaan tanah kapur yang dikeringkan dengan baik serta perlindungan air makam oleh gereja di atasnya.

Mumi Venzone terus " menggelitik" ilmuan dan wisatawan yang mengunjungi situs ini. Beberapa mumi masih bisa dilihat sampai sekarang di Crypt of the Cemetery Chapel of Saint Michael yang terletak di gereja S. Andrea Apostolo.

(Sumber: amusingplanet.com)

 

Topik Terkait :

Laporan Khusus - Pertumbuhan Muslim di Benua Biru

Jangan Lewatkan