Pakar: Pemulihan Sektor Parekraf Perlu Strategi Jitu

Peralihan pandemi ke endemi membutuhkan langkah antisipasi yang tepat agar dampak buruk tidak timbul.

Ahmad Baiquni
| 31 Agustus 2021 10:10

Dream - Covid-19 masih akan berlangsung sebagai pandemi dalam beberapa waktu ke depan. Namun demikian, diprediksi pandemi ini akan berubah menjadi endemi laiknya flu biasa.

Pakar Pandemi dan Global Health Security Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyatakan setiap negara harus responsif menghadapi perubahan ini. Terutama untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Dicky menilai perlu adanya tourism crisis and disaster management untuk mengantisipasi dampak buruk yang bisa timbul.

" Kita harus responsif dengan satu sistem dan berupaya dalam level terkendali. Perlu upaya dari sektor hotel dan wisata, protokol kesehatan harus selalu dijaga," kata Dicky pada Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin 30 Agustus 2021.

Pakar yang juga lulusan Fakultas Kedokteran UNPAD ini, menjelaskan banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan sektor parekraf di masa pandemi. Pertama, wisatawan harus dipastikan tidak memiliki risiko menularkan virus.

Kedua, seluruh destinasi di Indonesia perlu menerapkan syarat masuk berupa hasil tes negatif Covid-19. Ketiga, transportasi umum melakukan tahap screening yang ketat sebelum penumpang diperbolehkan masuk.

Keempat, masyarakat membutuhkan asuransi karena jaminan kesehatan di Indonesia masih terpaut rendah. Jika semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi, pemulihan sektor parekraf akan bergerak semakin cepat.

 

Selanjutnya :

Pariwisata Diprediksi Pulih dalam 3 Tahun

Live Streaming Soccer Stars Challenge 2.0

Jangan Lewatkan