Panduan CDC Untuk Traveler: Tak Perlu Karantina Bila Sudah Vaksinasi Penuh

Sayangnya, ini baru berlaku untuk orang Amerika Serikat.

Ahmad Baiquni
| 20 Maret 2021 13:11

Dream - Buat traveler, ada kabar baik nih. Aturan karantina tidak perlu lagi diterapkan pada orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh.

Ini adalah panduan baru yang kembali dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Bahkan, karantina tidak perlu dijalankan ketika mereka terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi penuh, dikutip dari Travel and Leisure.

CDC menyatakan mereka yang telah menerima dosis penuh dari salah satu vaksin, baik vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna serta dua minggu menunggu kekebalan mulai bekerja, dibebaskan dari isolasi bila terpapar Covid-19.

Meski demikian, individu juga harus tetap asimtomatik sejak terpapar dan memperhatikan gejalanya selama 14 hari.

Tetapi, CDC merekomendasikan masyarakat hanya melakukan panduan tersebut bila mereka telah menjalani masa tiga bulan usai suntikan dosis kedua. Ini karena belum ada data pasti yang menjelaskan berapa lama kekebalan vaksin bertahan.

" Meskipun risiko penularan Covid-19 dari orang yang divaksinasi ke orang lain masih belum pasti, vaksinasi telah terbukti dapat mencegah gejala Covid-19,” tulis CDC.

" Penularan simtomatik dan pra-gejala dianggap lebih besar daripada kasus asimtomatik," lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, manfaat individual dan sosial dari menghindari karantina yang tidak perlu mungkin lebih besar daripada potensi risiko penularan yang tidak diketahui.

Tetapi, panduan ini tidak berlaku untuk pelancong internasional. Meskipun sudah divaksinasi penuh, traveler tidak dibebaskan dari karantina atau tes Covid-19 sebelum terbang ke Amerika Serikat.

" Selain itu petugas perawatan kesehata yang telah divaksinasi juga harus tetap karantina," saran CDC.

Meski CDC telah membebaskan karantina, bukan berarti vaksin membuat masyarakat bebas mengabaikan protokol kesehatan. Mereka tetap diharuskan memakai masker dan menjaga jarak.

" Menghindari keramaian, menghindari ruang berventilasi buruk, menutupi mulut ketika batuk dan bersin, sering mencuci tangan, mengikuti paduan CDC, dan mengikuti panduan tempat kerja atau sekolah yang berlaku, terasuk panduan terkait penggunaan alat perlindungan diri," terang CDC

CDC merekomendasikan pula untuk memakai masker yang pas. Menurut temuan CDC yang dirilis pada hari Rabu, 95,6 persen pengunaan masker yang tepat dapat mengurangi penyebarangn virus Covid-19.

Laporan: Josephine Widya

Topik Terkait :

Nikita Mirzani Dilarikan Ke Rumah Sakit

Jangan Lewatkan