Pasca Kunjungan Raja Salman, Kemenpar Siap Pameran di Riyadh

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah merancang kegiatan lanjutan untuk menghangatkan momentum lawatan Raja Arab di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya. Salah satunya adalah Riyadh Travel Fair 2017.

Puri Yuanita
| 20 Maret 2017 13:54

Dream - Jejak-jejak bekas suasana kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud belum juga hilang. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah merancang kegiatan lanjutan untuk menghangatkan momentum lawatan Raja Arab di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya. Salah satunya adalah Riyadh Travel Fair 2017 yang akan dilaksanakan 7 hingga 10 April 2017 mendatang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berpesan agar para pelaku bisnis pariwisata di tanah air segera membuat Paket King Salman Route. Meniti jejak dan napak tilas tempat-tempat istimewa yang pernah dikunjungi Raja Salman, para pangeran dan putri-putrinya, serta pejabat kementerian yang mendampingi raja.

" Sebagai tokoh besar, orang paling berpengaruh di Arab, Raja Salman bisa meng-endorse rakyatnya di Bali untuk pemasaran wisata Indonesia," jelas Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 20 Maret 2017.

Menurut Arief Yahya, Raja Salman itu adalah endorser sejati, influencer terbaik untuk wisman Arab. Dia ditokohkan di Timur Tengah, sehingga bisa berdampak positif. " Karena itu saat inilah momentum yang pas, memanfaatkan Riyadh Travel Fair," kata Menpar.

Konektivitas juga semakin terbuka. Saat kunjungan Raja Salman, Menteri Perhubungan Budi Karya telah menandatangani MOU antara Indonesia dengan Arab Saudi. Dalam MOU tersebut Indonesia mendapatkan penambahan slot penerbangan ke 3 kota di Indonesia baik ke Jeddah maupun Madinah.

" Saya yakin penambahan slot penerbangan ini akan bertambah terus seusai kedatangan Raja Arab Saudi, dengan begitu konektivitas akan membaik. Saatnya kita berpromosi dan membawa wisman Timur Tengah ke tanah air," ujarnya yang sedang menyiapkan pameran di Al Faisaliyah Tower Hotel, Riyadh, Arab Saudi.

Riyadh Travel Fair 2017

Pameran akan menyentuh wisman dengan pola B to C. Menurut Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Eropa Amerika, Afrika Timur Tengah Kemenpar, Nia Niscaya, pihak Kemenpar telah mempersiapkan luas lahan pameran sebesar 72 sqm.

" Kita akan membawa 5 seller yang terdiri dari 4 travel agent, 1 grup hotel dan 2 seller tambahan dari Arab Saudi," ujar Pitana yang juga diamini Nia Niscaya.

Pitana menambahkan, jumlah pengunjung di perhelatan pameran tersebut juga sangat fantastis. Kata Nia, pada tahun 2016 sebanyak 25.724 orang datang ke Riyadh Travel Fair, angka ini meningkat 46% dari tahun 2015 yang didatangi oleh pengunjung sebanyak 17.573 pengunjung.

" Untuk jumlah peserta di tahun 2016 juga sangat banyak. Yakni 246 peserta dari 52 negara, meningkat 12% dari tahun 2015 yang diikuti sebanyak 219 peserta. Kita juga akan promosikan 10 destinasi prioritas atau biasa kami sebut dengan 10 Bali Baru dan juga promosi terkait kemenangan kita di Wisata Halal Dunia," ujar Nia.

Sedikit menengok data, Arab Saudi adalah negara yang menduduki ranking ke-13 pasar utama pariwisata Indonesia dan merupakan negara ranking ke-1 untuk kawasan Timur Tengah. Jumlah kunjungan turis asal Timur Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2015 saja, jumlahnya sudah mencapai 180 ribu. Tahun lalu jumlahnya meningkat 30% mencapai 240 ribu dan 80%-nya dari Arab Saudi. Nah, tahun 2017 ini pihaknya menargetkan kedatangan wisman Timur Tengah akan naik 50% menjadi 360 ribu.

#KapanLagiKepo - Joko Anwar Ingin Jadi Leonard Cohen

Jangan Lewatkan