Penelitian, Naik Pesawat Bisa Picu Munculnya 9 Penyakit Ini

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan pesawat terbang dapat berisiko memicu munculnya beberapa penyakit pada manusia.

Puri Yuanita
| 21 April 2016 19:24

Dream - Pesawat terbang adalah salah satu moda transportasi favorit yang banyak dipilih traveler untuk melakukan perjalanan keliling kota atau negara. Selain praktis, perjalanan dengan menggunakan pesawat  pastinya lebih cepat. 

Di balik segala kelebihannya, pesawat terbang ternyata menyimpan sisi gelap. Sejumlah penelitian membuktikan penggunaan pesawat terbang berisiko memicu munculnya beberapa penyakit pada manusia.

Dilansir dari Thrillist.com, berikut sembilan penyakit yang dapat muncul akibat seseorang sering bepergian dengan pesawat.

1. Flu
Menurut sebuah studi tahun 2004 dari Journal of Environmental Health Research, kemungkinan Anda terkena flu adalah 100 kali lebih tinggi ketika berada di pesawat terbang. Karena di dalam pesawat ada banyak orang sementara resirkulasi udara sempit. Ketika ada seorang penumpang yang bersin di pesawat, virus akan menyebar lebih cepat ke penumpang lainnya.

2. Sinar Kosmik
Sinar kosmik adalah proton yang keluar pada ketinggian, terutama ketika terbang di dekat Kutub Utara. Sinar ini ternyata bisa memicu kanker. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa tingkat kanker di kalangan personil maskapai sedikit lebih tinggi ketimbang orang pada umumnya.

3. Pembekuan Darah (Deep Vein Thrombosis/DVT)
Deep vein thrombosis atau pembekuan darah biasanya terjadi karena jam terbang yang panjang dan biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun, mereka yang obesitas, sedang hamil, baru menjalani operasi atau tengah menjalani terapi hormon.

4. Menjadi Tuli
Tingkat kebisingan suara rata-rata penerbangan komersial bisa mencapai 110 desibel, sedangkan menurut The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), batas aman adalah 88 desibel untuk durasi 4 jam. Berarti, tanpa Anda sadari, volume suara penerbangan bisa berisiko mengganggu pendengaran manusia.

5. Infeksi bakteri
Sekitar dua ratus orang berada di satu ruang tertutup dengan dua kamar mandi. Bisa Anda bayangkan berapa banyak bakteri yang berkembang biak dalam kondisi ini. Sebuah studi yang dilakukan MRSA tahun 2007 menemukan fakta bahwa pada meja nampan pesawat ditemukan banyak bakteri berbahaya.

6. Radiasi EMF
Banyak penumpang marah ketika diminta pramugari mematikan perangkat elektroniknya selama 5 menit saat pesawat lepas landas. Padahal tak hanya untuk keselamatan, hal tersebut juga baik dari sisi kesehatan. Semua perangkat elektronik akan menghasilkan gelombang elektromagnetik selama di udara yang bisa mengacaukan reaksi alami tubuh. Meskipun tidak mematikan, hal ini dapat memicu munculnya keluhan-keluhan seperti nyeri otot, iritasi mata dan ruam-ruam pada kulit.

7. Dehidrasi
Percaya atau tidak, pesawat ternyata lebih kering dari Gurun Sahara. Tekanan udara di kabin hanya memiliki kelembapan kurang dari 20 persen, sedangkan Sahara sekitar 23 persen. Karena itu, saat berada dalam penerbangan, penumpang rentan mengalami dehidrasi.

8. Pembengkakan
Pernah mengalami kaki bengkak setelah Anda turun dari pesawat? Hal ini terjadi akibat tekanan udara mendorong terjadinya penurunan tekanan darah, dan darah lebih banyak terjebak di kaki karena kaki Anda hanya mendapatkan ruang gerak terbatas di pesawat.

9. Gangguan Psikotik
Pada tahun 2007, The Lancet menerbitkan meta studi yang menunjukkan fakta bahwa penerbangan mengacaukan siklus tidur dan ritme aktivitas tubuh seseorang hingga berisiko menyebabkan penurunan kognitif, penyakit jantung, kanker, gangguan psikotik dan suasana hati.

Live Streaming Semangat Senin Indosiar | Vidio

Jangan Lewatkan