Penting! Cara Ketahui Status Halal Makanan Saat Traveling

Saat traveling ke negara-negara non-muslim, urusan mencari makanan halal bisa jadi sangat krusial.

Puri Yuanita
| 24 Juli 2017 13:41

Dream - Salah satu tantangan yang umum dihadapi oleh wisatawan muslim saat traveling adalah menemukan makanan halal. Ini mungkin tak terlalu menjadi kendala saat kita traveling ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Tapi saat ke negara-negara non-muslim, urusan mencari makanan halal bisa jadi sangat krusial.

Restoran halal yang sulit dijumpai bahkan nyaris tak tersedia, membuat para wisatawan muslim yang datang ke negara-negara non-muslim harus lebih jeli dalam memilih tempat makan dan makanan yang dijual. Jangan sampai mengonsumsi makanan yang diragukan kehalalannya.

Karena itu, berikut kami berikan beberapa tips dan panduan untuk membantu kamu dalam menentukan status halal makanan saat dalam perjalanan ke negara-negara non-muslim.

1. Bila ada tanda halal atau milik seorang muslim

Ini adalah pilihan termudah! Kamu harus percaya pada pendirian bahwa makanan mereka halal, terutama jika mereka adalah restoran milik muslim atau dikelola oleh muslim, selama kamu tidak melihat sesuatu yang meragukan tentang makanan yang mereka layani. Sebab, sertifikasi halal atau semacamnya mungkin tidak lazim di banyak negara. Jadi selama ada tanda halal dan pemiliknya seorang muslim, resto tersebut bisa kamu pilih.

2. Bila tidak ada tanda halal tapi si pemilik mengklaim bahwa daging yang dijualnya halal

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Jika pemiliknya beragama Islam atau banyak pekerja muslim di restoran tersebut dan mereka membuktikan kehalalan makanan mereka, kamu bisa mempercayai mereka. Jika tidak, kamu dapat meminta dokumen pemasok untuk memastikan kehalalan daging yang disajikan.

Salah satu trik yang bisa dilakukan adalah dengan memberi salam kepada pemilik dan pekerja saat memasuki restoran. Jika mereka menjawab dengan positif, berarti mereka adalah muslim dan tidak akan membohongi sesama muslim lainnya tentang sajian makanan halal yang mereka jual.

3. Bila ada campuran makanan halal dan haram

Ini adalah situasi yang paling sulit tapi biasa terjadi di Eropa. Ada restoran yang mengklaim bahwa mereka menyajikan daging halal, namun juga menyediakan minuman beralkohol. Dalam kasus lain, mereka mengklaim menyediakan makanan halal tetapi juga menyajikan makanan lain seperti daging babi dan turunannya.

Dalam situasi seperti ini, tergantung pada apakah ada pilihan lain yang tersedia di dekatnya. Jika ada, kamu harus berusaha lebih untuk menemukan restoran halal. Lebih baik makan di restoran halal yang jelas meski harus berjalan sedikit lebih jauh.

4. Bagaimana dengan makanan laut?

Mungkin kita berpikir bahwa makanan laut bisa jadi pilihan paling tepat. Namun kebanyakan makanan laut di barat dimasak dengan alkohol. Makanan laut mungkin bisa jadi alternatif di saat sulit menemukan resto halal, tapi kamu perlu memesan agar makananmu tidak menggunakan alkohol. Kamu bisa sampaikan kepada mereka bahwa kamu alergi terhadap alkohol atau tak kuat menghirup baunya. Di barat, restoran akan selalu menyetujui permintaan kamu, baik karena alasan kesehatan atau religius.

5. Bukan daging babi, tidak mengandung lemak babi?

Ini adalah kesalahpahaman umum di restoran, terutama di Asia Timur. Kamu harus tahu bahwa tidak menyajikan daging babi, belum tentu juga mereka tidak menggunakan lemak babi dalam pembuatan makanannya. Jadi kamu harus berhati-hati. Di samping itu, selain ada tidaknya unsur babi dalam makanan, kamu juga perlu tahu apakah daging tersebut dipotong secara Islami. Karena jika tidak, berarti makanan tersebut tidak halal dan kamu harus menghindarinya.

(Sumber: havehalalwilltravel.com) 

 

Topik Terkait :

Streaming Mengintip Incaran Rumah Baru Keluarga Anang, Harganya Rp 60 Miliar!

Jangan Lewatkan