Raja Ampat Bakal Tertutup Buat Kapal Wisata Perusak Karang

Terumbu karang di Raja Ampat rusak akibat kapal wisata yang melanggar aturan.

Ahmad Baiquni
| 11 Januari 2020 13:08

Dream - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tampaknya sudah jengah dengan ulah kapal-kapal wisata. Sebabnya, kapal-kapal wisata tersebut terbukti merusak ekosistem terumbu karang.

Sekretaris Daerah Raja Ampat, Yusuf Salim, menegaskan akan ada sanksi tegas untuk kapal wisata yang melakukan pelanggaran. Sanksi tegas diperlukan untuk melindungi terumbu karang Raja Ampat agar tetap lestari.

Yusuf mengatakan tidak akan ada lagi toleransi bagi kapal pelanggar aturan. Begitu kedapatan membuat pelanggaran, pengelola kapal bisa dikenai sanksi hingga pencabutan izin operasi di Raja Ampat.

 Raja Ampatd

" Sedangkan bagi kapal pesiar jenis tertentu, wajib melaporkan kedatangan kepada pemerintah setempat dan mengikuti semua aturan yang berlaku di Raja Ampat," kata Yusuf, dikutip dari Liputan6.com.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, mengatakan kapal wisata juga diharuskan menggunakan jasa pemandu lokal yang bersertifikat. Jika tidak, maka Pemda Raja Ampat tidak akan mengeluarkan izin bagi kapal wisata untuk masuk destinasi.

 Raja Ampat

Yusdi mengatakan sikap tegas perlu dijalankan agar perjalanan kapal wisata di Raja Ampat nyaman. Yang paling utama, mencegah kerusakan pada terumbu karang.

Lebih lanjut, Yusdi mengimbau seluruh stakeholder pariwisata untuk melapor ke Dinas Pariwisata apabila menemukan kapal yang masuk ke Raja Ampat tanpa ada pembantu. Sehingga, kapal tersebut bisa diproses.

Sumber: Liputan6.com

Topik Terkait :

Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir

Jangan Lewatkan