Royal, Turis India Jadi Incaran Indonesia

Dari Januari hingga November 2017, pertumbuhan wisatawan India menempati urutan lima.

Eko Huda S
| 1 Maret 2018 17:33

Dream - Indonesia terus melirik wisatawan India. Untuk menggaet para pelancong dari Negeri Hindustan itu, Kementerian Pariwisata menggelar Misi Penjualan Greater Bali di Kolkata pada 26 Februari. Ajang itu diikuti oleh 18 seller dan 125 buyer yang terdiri travel agent dan tour operator.

" India memang pasar yang penting bagi Indonesia. Potensinya besar di sini. Kami sangat gembira karena respons masyarakat India, khususnya di Kolkata, sangat bagus," ungkap Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, dikutip dari kemenpar.go.id, Kamis 1 Maret 2018.

Ajang yang digelar di Ruang Galaxy, The Park Hotel Kolkata, ini berkonsep B2B (Business to Business). Misi ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan India. Delegasi Indonesia dihadiri Perwakilan KBRI New Delhi, Irvan Fachrizal, dan Kabid Pemasaran II Regional III Area II, Pupung Fadhillah Thariq, serta Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Kolkata, Mahesh Saharia.

Misi Penjualan Greater Bali diawali dengan briefing. Pengunjung diberikan pemahaman mengenai pariwisata Indonesia. Pemaparan disampaikan Dispar Provinsi Bali, Dewa Ayu Laksmiadi, dan Perwakilan BTH, I Made Sunarsa. Update terakhir pariwisata Bali disampaikan dalam pemaparan tersebut. Selain itu, dijelaskan pula upaya recovery Bali pasca erupsi Gunung Agung.

" Proses audiensi sangat interaktif. Mereka antusias menyimak pemaparan informasi yang diberikan. Lalu merespon dengan beberapa pertanyaan. Secara umum mereka cukup puas dengan berbagai penjelasan yang diberikan oleh tim," jelas Pitana.

Selain pemaparan kondisi pariwisata Bali, ajang itu juga dimeriahkan pertunjukan Tari Cendrawasih, yang mendapat respons luar biasa dari pengunjung. Mereka seolah tidak mau melewatkan atraksi ini. Tidak sedikit pengunjung langsung mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.

Pertemuan B2B ini dilakukan secara free flow. Para sellers duduk rapi di tempat yang sudah disediakan dalam formasi u-shape. Nuansa destinasi Bali lengkap dengan ornamennya menambah marak suasana. Buyers pun bebas memilih dan mendatangi sellers yang dikehendaki.

" Kami melakukan persiapan matang. Bagaimanapun, kesan baik harus ditanamkan kepada publik India. Secara khusus mereka puas dengan pelayanan informasi yang diberikan. Mereka juga siap memasarkan dan menyebarkannya kepada publik India," tuturnya.

 Tanah Lot

Destinasi wisata Bali (Shutterstock)

Sekitar 15 Menit jelang penutupan, dilakukan pengundian doorprize. Suasana pun berubah menjadi sangat meriah. Undian dilakukan tiga kali. Hadiahnya menarik. Yaitu paket menginap dan makan di restoran India di Bali. Satu paket utama lainnya berupa tiket PP Kalkota-Bali.

" Kami menutup audiensi ini dengan jamuan makan bersama. Sambil makan tetap dihibur dengan tarian Pesona Dewata. Kami senang karena mereka sangat menikmati hidangan khas nusantara. Semoga dengan kesan yang bagus, arus kunjungan wisatawan Indonesia semakin bagus," ungkap Pitana.

Arus wisatawan India memang istimewa. Sepanjang 2017, ada 485.314 wisatawan India yang berkunjung ke Bali. Jumlah itu naik 30% dari tahun sebelumnya. Pada 2016 jumlah kunjungan wisatawan India ‘hanya’ 376.802 orang. Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, pasar India sangat potensial. Pertumbuhannya juga signifikan.

" India pertumbuhannya sangat positif. Hampir 500 ribu wisman. Kalau dibagi jumlah tahun kalender, per harinya lebih dari 1.000 orang. Jumlah itu sama saja untuk 3 flight pesawat. Potensi inilah yang kami bidik. Dengan kondisi yang sangat kondusif, jumlah itu akan terus tumbuh tahun ini," tutur Arief.

Mereka menjadi salah satu target utama tahun ini. Jumlah wisatawan India memang tertinggal dari Tiongkok. Di Tahun 2017, Wisatawan Tirai Bambu yang mengunjungi Indonesia mencapai 1,9 juta orang.

Hanya saja, kemampuan spending keduanya terpaut tipis. Pertumbuhan wisatawan India lebih baik dari pasar Australia. Negeri Kanguru ternyata minus 0,02%. Singapura juga hanya tumbuh 1,12%. Malaysia juga hanya tumbuh 0,39%.

" India itu sizenya besar. Kondisi ini memang harus dimaksimalkan. Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menarik kunjungan wisman lebih banyak lagi," pungkas Arief. 

Topik Terkait :

Lindswell Kwok - Achmad Hulaefi Gelar Resepsi Pernikahan

Jangan Lewatkan