Sayonara Tax Resmi Berlaku, Siapkan Dana Lebih Saat ke Jepang

Siapkan dana lebih, karena per orang akan dikenai pajak sebesar 1000 yen.

Cynthia Amanda Male
| 2 Mei 2018 18:20

Dream - Jepang menjanjikan surga wisata yang tiada duanya. Namun sayangnya, kini harus menyiapkan dana ekstra jika ingin berkunjung ke Negeri Sakura itu.

Pemerintah Jepang secara resmi menetapkan Sayonara Tax untuk semua wisatawan yang ingin masuk ke negaranya. Pajak ditetapkan sebesar 1000 yen atau setara Rp128 ribu di awal tahun 2019.

Untungnya, pajak Sayonara Tax tidak diberlakukan untuk smeua orang. Merka yang meninggalkan Jepang setelah transit di bawah 24 jam, atau anak-anak di bawah 2 tahun akan digratiskan dari biaya tersebut.

 Shutterstock

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sektor pariwisata dan infrastruktur di negara tersebut. Dengan target 43 miliar yen per tahun, Jepang ingin menggunakan teknologi facial recognition di setiap pintu bandara, menangani keterbatasan bahasa untuk para turis dari berbagai negara, dan mempromosikan pariwisatanya ke seluruh dunia.

Tak berhenti sampai di situ saja, beberapa sumber mengklaim bahwa dana tersebut digunakan untuk menambah kawasan Wi-Fi gratis di tempat umum.

Pajak ini akan sangat menguntungkan Jepang. Terlebih pada 2020, dimana Jepang akan menjadi tuan rumah pagelaran Olympics.

 Shutterstock

Negara pencetus tren Harajuku ini bukan yang pertama menerapkan pajak seperti Sayonara Tax. Australia menambahkan 46 dolar untuk setiap orang yang akan keluar dari negara tersebut.

Sedangkan Inggris menambahkan pajak sesuai dengan pesawat, jumlah penumpang dan jauhnya jarak tempuh. Biasanya berkisar 18 sampai 670 dolar. Pajak retribusi kadang tidak disadari karena sudah ditambahkan langsung ketika membeli tiket.

(Sumber: Mentalfloss)

Topik Terkait :

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara

Jangan Lewatkan