Selama PPKM Darurat, Kartu Vaksin Jadi Syarat Wajib Bepergian Jarak Jauh

Selain itu juga wajib menunjukkan hasil PCR untuk pesawat dan Antigen untuk moda transportasi lainnya.

Ahmad Baiquni
| 1 Juli 2021 16:10

Dream - Pemerintah memutuskan lebih memperketat kegiatan masyarakat akibat terjadinya gelombang kedua penularan Covid-19. Ini ditandai dengan dijalankannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam pernyataannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo mengatakan PPKM Darurat berlaku mulai 3 hingga 20 Januari 2021 di Jawa dan Bali. PPKM ini, kata Jokowi, lebih ketat dari sebelumnya.

" PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku," ujar Jokowi, Kamis, 1 Juli 2021.

Terdapat perubahan dalam syarat aturan bepergian jarak jauh baik dengan pesawat, bus, dan kereta api. Perubahan tersebut yaitu penggunaan kartu vaksin sebagai syarat wajib bepergian.

" Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Selan itu, wajib pula hasil negatif dari swab test PCR dengan sampel yang diambil pada H-2 keberangkatan untuk penumpang pesawat. Sedangkan penumpang moda transportasi lainnya harus menunjukkan hasil non reaktif rapid test Antigen dengan sampel diambil pada H-1 perjalanan.

" Penggunaan kartu vaksin ini tujuannya adalah untuk kita menghindari orang lain tertular dari kita atau sebaliknya," kata Luhut.

Tak hanya itu, penggunaan kartu vaksin juga untuk menambah jumlah orang lain yang mendapat vaksin. " Karena dengan vaksin, akan bisa melindungi kita dari serangan Covid-19," kata Luhut.

Topik Terkait :

Kenangan Kiki Farrel Tentang Almarhumah Mama Dahlia Semasa Hidup

Jangan Lewatkan