Sirkuit Motocross Internasional Resmi Dibangun di Lombok

"Keren! Karena akan lebih banyak event international otomotif dan sport tourism di Lombok," kata Menpar Arief Yahya.

Puri Yuanita
| 22 Februari 2017 11:45

Dream - Atraksi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) kian menarik. Terlebih setelah PT Angkasa Pura I Lombok International Aiport (LIA) melakukan terobosan dengan membuat sirkuit motocross dan grasstrack standart internasional di lahan zona konsesi di sekitar bandar udara.

" Keren! Karena akan lebih banyak event international otomotif dan sport tourism di Lombok," sebut Menpar Arief Yahya, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 22 Februari 2017.

" Sport tourism itu punya karakter yang sangat khas. Ketika event berlangsung, peserta maupun penggembira masih explore, sambil merasakan sensasi di destinasi itu. Selepas acara, repeater yang datang kembali untuk wisata, ada 60%, jadi sport tourism itulah yang mendatangkan repeater tourism," jelas Arief Yahya melanjutkan.

General Manager PT AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, PT Angkasa Pura I bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB sudah meluncurkan salah satu fasilitas sport tourism ini pada tanggal 19 Februari 2017 lalu dengan nama Lombok International Airport Motocross & Grasstrack Circuit yang disingkat LIA MGC.

" Kami bersama sepakat menamakan fasilitas sport tourism ini dengan nama Lombok International Airport Motocross & Grasstrack Circuit disingkat LIA MGC, tujuan utamanya salah satunya juga menambah daya tarik wisata terutama perhelatan olahraga," katanya.

I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan pilihan membangun sirkuit motocross dengan penunjang sport tourism lainnya sebagai momentum HUT Angkasa Pura yang ke 53 tahun 2017. Selain itu, alasan lainnya adalah memberikan jawaban bagi para penggemar olahraga ekstrem ini baik dari kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

" Dasar mewujudkan sirkuit ini dengan melihat olahraga bermotor di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat menyusul maraknya kejuaraan-kejuaraan skala regional, nasional dan internasional. Kegiatan non kejuaraan seperti wisata bermotor antara lain trabas, adventure dan touring, juga menunjukkan perkembangan yang sama," bebernya. 

I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan, kesepakatan mewujudkan LIA MGC sudah dibangun sejak setahun lalu, tepatnya saat HUT Angkasa Pura ke-52 dilakukan pendatanganan MoU PT AP I LIA tentang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan di Area Lombok International Airport Nomor: MOU.7/HK.06/2016/GM.LOP dan Nomor: 011/MOU/IMI-NTB/II/2016 tanggal 28 Februari 2016. Selanjutnya telah mendapat rekomedasi dari IMI Pusat melalui suratnya Nomor: 1014/IMI/G/V/2016 tanggal 17 Mei 2016 tentang Dukungan Pembangunan Sirkuit Kerjasama IMI NTB & Angkasa Pura I.

" Kami bersama IMI NTB dengan perhitungan yang matang, soal teknis pembangunan lahan dan soal keamanan bandara, dengan potensi yang mumpuni bukan tidak mungkin akan semakin banyak mendatangkan wisatawan," katanya.

Sementara itu ketua IMI, M Nur Haedin menyebutkan, selain motocross dan grasstrack, di lahan itu digarap pula beberapa aktivitas sport tourism dan prestasi, yakni offroad roda empat, adventure roda dua, dragbike, roadrace, ATP, yang akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti sport café, panggung seni budaya termasuk area olahraga tradisional, dan taman untuk games dan outbond. Lokasi ini juga membuka kesempatan untuk arena pameran dan jambore penggemar otomotif.

" Kami yakin sekali ini akan menjadi daya tarik wisatawan, namun juga akan menjadi daya tarik bagi sponsor-sponsor maupun investor," tandasnya.

Khusus pembangunan LIA MGC, imbuh Nur, IMI NTB telah membentuk tim sejak 6 bulan lalu untuk memproses dimulainya pengerjaan sirkuit dengan panjang track 1.200 meter dan lebar 8-10 meter. Pembangunan dibagi menjadi 4 tahap dan ditargetkan selesai tahun 2018. Tentunya AP I LIA bersama IMI NTB akan menggandeng pihak ketiga baik dalam penyelesaian pembangunan maupun pengelolaan sirkuit. Untuk tahap I yakni pembentukan sirkuit yang pemanfatannya di-launching 19 Februari 2017 yang dikemas dalam suatu acara Jambore Otomotif IMI NTB 2017. 

Saat Jambore IMI NTB menghadirkan ratusan klub dan komunitas motor se-NTB, termasuk melibatkan mitra IMI antara lain Indonesia Offroad Federasi (IOF) NTB, HDCI Lombok, asosiasi roda empat. Para peserta Jambore IMI NTB akan mengikuti sejumlah kegiatan, yakni konvoi roda dua dan roda empat dari Mataram menuju LIA, kemudian di area LIA MGC launching ditandai gelaran eksibisi motocross & grasstrack oleh para crosser se-NTB, eksibisi offroad, aksi para trabasser (adventure roda dua), eksibisi time rally roda empat, dan lomba foto motocross bagi para fotografer dan wartawan.

Ketua Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib mengatakan, pembangunan kantong-kantong wisata baru bisa sekaligus mendorong gaung pariwisata lainnya. Salah satunya Mandalika, yang juga dimasukkan dalam 10 destinasi utama, selain Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah-Jogja, Bromo Jawa Timur, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Malut.

" Semoga Pamor wisata Lombok pun makin berkibar, karena semakin lengkapnya atraksi dan sarana apapun," jelas pria yang biasa disapa Hiram itu.

Sementara itu untuk aksestabilitas, Lombok juga mengalami perkembangan signifikan. Kata Hiram, GM Garuda Indonesia, Yansuero dalam pertemuan dengan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi menjelaskan bahwa Garuda akan membuka penerbangan langsung Lombok-Guangzhou, Tiongkok dengan frekuensi penerbangan 2 kali seminggu. Untuk rute domestik, Garuda akan menambahkan frekuensi penerbangan rute Lombok-Yogyakarta dan Lombok-Ujung Pandang dari sekali seminggu menjadi dua kali seminggu. 

" Di Kemenpar ada tiga produk besar yang menarik minat wisatawan, yaitu wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Sport tourism adalah bagian dari wisata buatan. Kami berharap bisa bekerja sama dengan pihak federasi olahraga untuk menangani masalah teknis. Sementara Kemenpar akan menangani promosi destinasi, promosi daerah, dan branding untuk lebih menarik minat wisatawan," ujarnya.

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik

Jangan Lewatkan