Situs Chernobyl 'Memburu' Status Warisan Dunia Unesco

Pemerintah Ukraina berharap agar reaktor nuklir itu menjadi situs peradaban yang bernilai bagi dunia.

Ahmad Baiquni
| 2 Februari 2021 19:49

Dream - Reruntuhan Chernobyl yang menghantui, sebagai situs di Ukraina yang ditinggalkan setelah bencana nuklir terburuk di dunia terjadi pada tahun 1986, sedang berusaha mendapat pengakuan dari Unesco.

Dikutip pada Lonely Planet, sejumlah pihak berharap Chernobyl dapat dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia. Dengan begitu situs tragedi nuklir tersebut dapat memikat lebih banyak pengunjung dan mendatangkan pemasukan untuk pelestarian.

Saat ini zona eksklusif Chernobyl, mencakup kota hantu Pripyat yang dahulunya menjadi rumah bagi 50 ribu penduduk, tidak memiliki status resmi apapun. Tetapi, wilayah dengan luas 30 kilometer persegi ini, lebih luas dari Luxembourg, telah mendatangkan banyak turis tahun lalu.

Tempat ini dikatakan baru dapat dihuni dengan aman setelah 24 ribu tahun lamanya. Tetapi menurut operator tur, kunjungan jangka pendek diperbolehkan dan aman. Diketahui pula kunjungan mengalami peningkatan sebesar 40 persen pada tahun 2019.

 Chernobyl

Pada 2016, kubah pelindung besar telah ditempatkan di atas reaktor nuklir keempat untuk menampung puing-puing radioaktif. Sementara tahun lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan akan menerapkan jalur pejalan kaki baru dan memasang jaringan telepon seluler yang lebih baik untuk pengunjung, serta pembatasan pembuatan film akan dicabut.

Untuk para pengunjung juga akan dibuat sistem tiket elektronik. Sehingga dapat memesan tiket secara online sekaligus mencegah potensi korupsi dan tur ilegal.

" Chernobyl telah menjadi bagian negatif dari Ukraina, ini sudah saatnya untuk mengubah pandangan itu," ujar Zelensky pada tahun 2019.

Wilayah Chernobyl akan dibuatkan ruang hijau untuk para pengunjung. Tempat ini merupakan tempat yang unik di mana alam dilahirkan kembali setelah terjadinya kejahatan manusia yang kejam.

" Kita harus menunjukan dunia akan tempat ini, kepada ilmuwan, sejarawan, ahli ekonomi serta pengunjung," kata Zelensky

Pemerintah Ukraina mengharapkan tempat spesifik untuk zona eksklusi Chernobyl pada Unesco di Maret 2021. Tapi kepastian status belum bisa didapat sampai 2023.

Laporan: Josephine Widya.

Wulan Guritno Gugat Cerai Adilla Dimitri

Jangan Lewatkan