Tatung, Tradisi Ekstrem Masyarakat Singkawang yang Mendunia

Nah tahun ini, pawai yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat setempat dan wisatawan lokal maupun mancanegara itu akan kembali digelar.

Puri Yuanita
| 18 Februari 2016 08:46

Dream - Singkawang, wilayah pecinan yang dijuluki Kota Seribu Kelenteng ini dikenal dengan salah satu tradisi unik yang telah mendunia.

Adalah Tatung, atraksi menusuk-nusuk anggota tubuh dengan benda tajam, semacam debus. Tradisi Tatung sudah menjadi ciri khas Singkawang sejak lama. Tatung biasanya digelar dalam wujud pawai tahunan guna menyambut perayaan Cap Go Meh.

Nah tahun ini, pawai yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat setempat dan wisatawan lokal maupun mancanegara itu akan kembali digelar. Tepatnya pada 22 Februari 2016 mendatang, Pawai Tatung dipastikan akan digelar untuk meramaikan perayaan Cap Go Meh.

" Atraksi Tatung ini hanya ada di Singkawang. Jadi kalau mau melihat dengan sensasi rasa tegang, miris dan unik, silakan ke sana," jelas Menteri Pariwisata, Arief Yahya seperti dikutip dari situs Indonesia.travel.

Tatung sendiri dalam bahasa Hakka berrati orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur atau kekuatan supranatural. Pawai Tatung di Singkawang ini merupakan yang terbesar di dunia.

Menpar menjelaskan, selain memiliki ciri khas budaya tradisi, aneka pertunjukan yang disajikan dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang merupakan bentuk asimilasi antara budaya China dan lokal. " Jadi, perayaan Cap Go Meh-nya di sana memang beda. Bahkan di Tiongkok sendiri tidak ada atraksi seperti Tatung itu," ujar Arief.

Rencananya, pawai akbar itu akan dihadiri lebih dari 600 undangan. Pejabat tinggi, pejabat negara, unsur pemerintah pusat hingga provinsi dan daerah akan hadir untuk menyaksikan atraksi ini.

Meski menghadirkan sensasi ketegangan tersendiri, Pawai Tatung justru menjadi magnet bagi wisatawan. " Ini peristiwa besar. Banyak menyedot perhatian asing. Kami terus berkoordinasi dengan Kalimantan Barat untuk menyiapkan even ini," papar Deputi Pemasaran Nusantara, Esthy Riko Astuty.

Diperkirakan, sebanyak lebih dari 500 peserta akan menampilkan atraksi Tatung pada 22 Februari nanti. Para peserta yang merupakan warga keturunan Dayak-Tiongkok itu akan berpawai sembari menampilkan atraksi " kesaktian" di hadapan ribuan turis yang datang.

Topik Terkait :

Resmi Bertunangan, Ini Pasang Surut Kisah Asmara Vidi Aldiano dan Sheila Dara

Jangan Lewatkan