Tertimpa Batu 55 Ton, Rumah Ini Malah Dikagumi Wisatawan

Sebuah bencana alam yang menimpa rumah warga berhasil disulap menjadi tempat wisata yang mengagumkan.

Ratih Wulan
| 31 Mei 2016 07:10

Dream - Bagaimana rasanya jika sebuah batu besar seberat 55 ton jatuh dari bukit dan menggelinding ke kawasan penduduk di bawahnya. Pasti semua orang akan panik dan lari ketakutan.

Perasaan inilah yang melanda pasangan Maxine dan Dwight Anderson saat batu besar menimpa rumah mereka pada 24 April 1995. Bbatu besar atau boulder itu menimpa rumah mereka yang berada di 440 North Shore Drive, Wisconsil, yang dikenal sebagai Kota Air Mancur.

Malang bagi Maxine. Dia baru saja menyelesaikan renovasi rumah. Sesaat sebelum kejadian, ia masih berada di kamar tidurnya.

Maxine mengaku sangat terguncang, kemudian memutuskan untuk menjual dan pindah dari rumah itu dalam waktu satu bulan.

Rumah tersebut kemudian dibeli seorang investor real estate bernama John Burt. Alih-alih menyingkirkan bongkahan batu yang berukuran besar atau merenovasi rumah. Sebuah papan bertuliskan 'Rock in the House' yang digantung Burt, berhasil menjadi daya tarik wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Dalam enam bulan pertama, sebanyak 12 ribu wisatawan datang untuk menjawab rasa penasaran mereka. Batu setinggi 16 kaki itu masih terlihat dibiarkan begitu saja di bagian belakang rumah, terjepit di tengah-tengah tembok. Kayu-kayu yang hancur berserakan diantara puing kamar tidur.

 

 

Rumah tersebut hampir tidak berubah sama sekali sejak terakhir kali ditinggali oleh Anderson. Ruang tamu didesain dengan wallpaper dan lantai dengan bergaya awal tahun 1990-an. Sofa dan televisi pun masih dbiarkan tergelatak di tempat yang sama.

Sedangkan di sepanjang tembok yang terletak di sampingnya, dipajang barang-barang berupa kaos dan batu-batu yang dicat untuk diperjual belikan. 

 

Rumah dibiarkan kosong tanpa penghuni, tapi pengunjung dipersilahkan untuk melihat-lihat ke dalamnya. Harga tiket masuk hanya dibandrol sebesar dua dolar saja dan tinggal dimasukan langsung ke dalam kotak yang terletak di dekat pintu depan.

Sebuah papan yang dipajang berisikan penjelasan bahwa hanya ada satu jendela yang rusak karena tertabrak batu besar. Namun, ada pula beberapa kliping koran yang memberitakan tentang bencana alam seperti banjir dan gempa.

Salah satu dari potongan keliping membawa cerita yang menarik. Kembali pada musim seni di tahun 1901, ternyata ada sebuah boulder yang juga jatuh dari tebing dan jatuh menimpa atap sebuah rumah. Naasnya, sang pemilik rumah yang bernama Dubler tewas seketika dan sang suami yang sedang tidur disampingnya mengalami kebutaan.

(Sumber:Amusingplanet)

Topik Terkait :

Berikut Jenis-jenis Vaksin Yang Sedang Disiapkan Pemerintah

Jangan Lewatkan