Wonderful Indonesia Ambil Bagian di 'Serenata 2017' Australia

Dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Australia Barat, "Serenata 2017" menghadirkan ragam pesona seni dan budaya Indonesia.

Puri Yuanita
| 12 September 2017 08:19

Dream - Branding internasional Kementerian Pariwisata (kemenpar), Wonderful Indonesia terus dikibarkan di mancanegara. Kali ini giliran Negeri Kanguru Australia yang juga merupakan salah satu negeri potensial penghasil wisman ke Indonesia.

Kementerian di bawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya ini mendukung kegiatan " Serenata 2017" yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia cabang Australia barat (PPIA-WA). Kegiatan berlangsung pada 9 September lalu, di The Rocks 26 Cecil Avenue Cannington 6107.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke-72 dan menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-89 pada 29 Oktober 2017 ini berlangsung sukses. Dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Australia Barat, " Serenata 2017" menghadirkan ragam pesona seni dan budaya Indonesia.

Selama tiga jam, pengunjung disuguhkan dengan seni budaya Indonesia berupa tarian dari komunitas anak-anak Indonesia di Perth, teater, musik dan kuliner. Selain itu juga tampil penyanyi Kunto Aji, Malang Carnival yang membawakan lagu-lagu patriotik, pelawak Fikri asal Bogor, serta RAN.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mendukung kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan Wonderful Indonesia ke publik di Australia Barat. Dimana Australia merupakan salah satu fokus pasar pariwisata Indonesia.

Dia mengatakan ajang ini menjadi peluang emas bagi pemuda Indonesia untuk bisa menampilkan kecantikan budaya dan tradisi Wonderful Indonesia. " Meliputi pertunjukan seni, tarian, teater, pertunjukan musik dan kuliner," ujarnya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 11 September 2017.

" Serenata 2017" mengusung tema " Modern Retro" yang menitikberatkan betapa Bhinneka Tunggal Ika tetap dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut tergambar dalam ragam budaya yang dihadirkan. " Keberagaman budaya inilah yang akan dipertunjukkan kepada publik di Perth sehingga diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi mereka untuk berkunjung ke Indonesia," kata dia.

Lebih lanjut, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu berharap ajang ini mampu mengenalkan lebih jauh tentang Indonesia kepada masyarakat di Perth. Termasuk dalam hal semangat keberagaman dan multikuluturalisme Indonesia.
" Selain mendorong peningkatan keterlibatan mahasiswa dan pelajar Indonesia dalam komunitas lokal sekaligus juga mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat di Australia Barat," kata Vinsensius.

Dalam " Serenata 2017" , selain pertunjukan ragam seni dan budaya, Kementerian Pariwisata juga menyiapkan booth untuk layanan informasi Pariwisata dan penyiapan bahan-bahan promosi untuk dibagikan kepada pengunjung Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi terselenggaranya " Serenata 2017" sebagai bagian dalam memenuhi target 15 juta wisman di 2017 dan 20 juta wisman di 2019.

Menpar mengatakan, sangat penting untuk mengoptimalkan promosi pariwisata Indonesia di Australia yang merupakan salah satu negara fokus pasar utama. " Australia bertumbuh sangat bagus, artinya sustainability-nya oke, sizenya besar, spread-nya juga besar," ujar Arief Yahya.

Secara geografis, Australia tidak jauh untuk ke Bali, sehingga dalam 3 tahun, banyak yang datang lagi sampai lima kali. Mereka sudah menganggap Bali sebagai the second home. " Dan setelah beberapa kali datang, mereka tertarik untuk eksplorasi Bali and beyond, mereka ingin melihat daerah lain, termasuk 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan itu," kata Arief Yahya.

Australia kini sudah menggeser Malaysia dalam jumlah inbound ke Indonesia. Australia masuk di peringkat tiga, setelah China dan Singapore. Sebelumnya, Negeri Kanguru itu di bawah Malaysia. " Terjadi perubahan peta pariwisata yang cukup besar ke tanah air," ungkap Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bahkan menargetkan bisa mendatangkan jumlah wisman Australia ke Indonesia hingga 1,8 juta sampai akhir tahun ini.

(Sumber: Kementerian Pariwisata)

Ria Ricis Dilamar 9 Cowok?

Jangan Lewatkan