Melihat Korea Utara Lebih Dekat

Stasiun Metro Pyongyang tampak seperti terjebak dalam waktu dan penduduk setempat berusaha mengabaikan orang asing.

Petugas pemberi sinyal kereta di Stasiun Mtero Pyongyang.

Dream.co.id
| 4 April 2016 15:25

Dream - Korea Utara bisa dikatakan sebagai salah satu tempat paling rahasia di bumi. Banyak hal dari negara ini yang tak terungkap dan tak diketahui orang.

Namun, baru-baru ini seorang turis yang juga travel blogger berhasil mengungkap secuil gambaran tentang Pyongyang, Ibukota Korea Utara melalui foto-foto yang ia dapatkan dari perjalanannya ke negara komunis itu.

Selama kunjungannya ke Pyongyang, travel blogger Stana Ferrari mengambil foto-foto candid dari stasiun kereta bawah tanah dan penduduk setempat.

Ferrari yang berasal dari Roma melakukan perjalanan ke Korea Utara dengan agen pemandu yang ditunjuk oleh pemerintah. Wanita berusia 32 tahun itu mengunjungi Korut selama lebih dari dua minggu.

Stasiun Metro Pyongyang tampak seperti terjebak dalam waktu dan penduduk setempat berusaha mengabaikan orang asing.

" Itu indah sekaligus aneh. Stasiun Puhung benar-benar indah dengan gaya lama tahun 1940-an, lampu redup dan ornamen bercahaya indah. Dinding dihiasi di mana-mana dengan lanskap warna-warni dan seni sosialis yang menggambarkan saat-saat kejayaan dari para pejuang Korea Utara, pekerja industri, dan perempuan," katanya seperti dikutip dari Dailymail.

" Saya benar-benar merasa seperti dilemparkan kembali ke masa lalu. Gerbong keretanya spektakuler. Seperti kereta yang datang dari Jerman Timur."

" Aneh, karena penduduk setempat bahkan tidak akan melihat kami seolah-olah mereka menyadari tapi mencoba untuk mengabaikan kami. Jadi naik metro kami agak canggung tapi menarik."

Ferrari, yang telah mengunjungi lebih dari 50 negara, mencoba untuk berinteraksi dengan penduduk setempat tetapi tidak berhasil.

" Kebanyakan dari mereka diawasi dan menyendiri kemungkinan sebagai akibat dari peringatan konstan terhadap turis dan propaganda nasional."

" Banyak dari mereka memegang notebook kecil yang tampak seperti catatan pribadi. Tidak ada yang memegang surat kabar," terang Ferrari.

Sebelumnya, pemandu wisata menjelaskan sejarah dari stasiun dan metro bawah tanah. Kemudian mereka mengingatkan wisatawan untuk tidak berinteraksi dengan penduduk setempat.

Metro Pyongyang sendiri adalah salah satu jaringan kereta bawah tanah terdalam di dunia, lebih dalam dari tempat penampungan bom. Layanan ini mulai beroperasi pada tahun 1973 dan jaringan ini membawa ratusan ribu penumpang setiap harinya dengan kereta api yang pernah digunakan komunis Berlin.

Ferrari mengatakan stasiun ini tidak dinamai sesuai lokasi tetapi dinamai sesuai tema revolusi Korea Utara, termasuk reunifikasi dan kemenangan.

(Ism, Foto: Stana Ferrari/Dailymail)

[crosslink_1]

Miris! Warga & PKL Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang Meski PSBB

Jangan Lewatkan