Salat Dua Rakaat di Masjid Ini Setara Pahala Umrah

Bangunan masjid ini berdiri megah dengan nuansa putih di bagian luar, diapit empat menara tinggi menjulang.

Puri Yuanita
| 15 Januari 2016 11:25

Dream - Di antara sekian banyak masjid bersejarah yang menjadi saksi perjalanan syiar Rasulullah SAW di kota suci Madinah, salah satunya adalah Masjid Quba.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW, tepatnya pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi. Dalam Alquran disebutkan bahwa Masjid Quba merupakan masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At-Taubah: 108).

Alkisah, ketika Rasul dalam perjalanan hijrahnya dari Mekah menuju Madinah, beliau berhenti di rumah Kaltsum ibn Al-Hidam, seorang dari Bani Amru ibn Auf ibn Malik ibn Al-Aus.

Kemudian, Nabi mengikatkan tali ontanya di sana, dan membangun Masjid Quba. Sejak itu, Masjid Quba menjadi masjid pertama yang dibangun Nabi dan para sahabatnya di wilayah Madinah Munawwarah.

Kemudian, turunlah ayat, " Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (Q.S. Al-Taubah: 108)

Lalu Rasulullah SAW bersabda, " Barang siapa telah bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu salat di dalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah." (Sunan Ibn Majah, No. 1412)

Seiring waktu, Masjid Quba direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada tahun 1406 H/1986, dengan biaya hingga 90 juta riyal dan mampu menampung hingga 20 ribu jemaah. Masjid ini berjarak sekitar 2,3 km dari Masjid Nabawi.

Bangunan Masjid Quba yang sekarang menjadi lebih besar dan megah dengan nuansa putih di bagian luar, diapit empat menara tinggi menjulang.

Di sekeliling masjid ini pun terdapat pepohonan kurma dan air mancur yang kian menambah kesan indah.

Kini, Masjid Quba menjadi salah satu tujuan ziarah utama jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

(Sumber: Sejarah Madinah Munawwarah, Dr. M. Ilyas Abdul Ghani)

Topik Terkait :

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'

Jangan Lewatkan