Teknologi Tercanggih Ini Permudah Jemaah Haji dan Umroh

Saudi ingin memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat pengalaman tak terlupakan.

Ahmad Baiquni
| 9 November 2018 11:11

Dream - Kerajaan Arab Saudi terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya bagi para jemaah haji dan umroh. Untuk membuat jemaah semakin nyaman dalam beribadah, Saudi berencana menerapkan seperangkat teknologi canggih terutama terkait persoalan data identitas.

Dikutip dari Arabnews, Direktur Pengelolaan Estmrarya Management Consulting, Ahmed Riad, mengumumkan pihaknya telah menjadi kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umroh Saudi. Kerja sama ini dijalankan terkait penggunaan aplikasi elektronik untuk memudahkan pengumpulan data serta informasi jemaah.

Riad menjelaskan aplikasi yang saat ini tengah digarap akan memudahkan jemaah memasukkan informasi personal seperti usia dan status kesehatan. Data tersebut dianalisis untuk membantu pihak otoritas memprediksi potensi masalah sehingga dapat memberikan penanganan secara cepat.

 Dana Haji Dipastikan Tak Dipakai untuk Bangun Infrastruktur

Kerja sama juga dijalankan oleh Kementerian Haji dan Umroh Saudi dengan perusahaan asal Perancis, Thales Group. Perusahaan ini kebagian tender merancang dan membangun sistem kelistrikan yang terintegrasi sehingga memudahkan dalam pengaturan jemaah haji dan umroh, terutama di saat-saat padat.

Direktur Sales dan Marketing Thales Group, Iyad Ibrahim, mengatakan pihaknya mengembangkan sistem terintegrasi yang mampu memberikan analisis data dengan cepat. Sehingga, otoritas yang berwenang dapat mengambil keputusan dengan segera.

Selain itu, kata Iyad, sistem tersebut akan menghubungkan setiap sudut di Tanah Suci dalam sistem yang terintegrasi untuk analisis video, foto dan data. Sistem tersebut akan membuat kontrol dan pengelolaan kepadatan bisa dijalankan dengan mudah.

 BPS Rilis Indeks Kepuasan Haji Usai Seluruh Penyelenggaraan Selesai

Sementara, CEO Northrop Grumman di Timur Tengah, Waleed Abu Khalid, mengatakan pihaknya bersama sejumlah perusahaan yang terikat perjanjian, bekerja selaras dengan strategi besar Visi 2030. Seluruh pekerjaan dijalankan dengan melibatkan sebagian besar pekerja yang merupakan anak muda Saudi lulusan Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, setiap pekerjaan juga membuka peluang adanya kemitraan dengan perusahaan lokal. Diharapkan hal ini dapat memberikan keuntungan nyata bagi Kerajaan.

Topik Terkait :

Berkaca Pada Kasus Via Vallen Vs Jerinx, Bagaimana Aturan Cover Version?

Jangan Lewatkan