Saudi Larang Penjualan Suvenir Replika Situs-situs Tanah Suci

Penjualan suvenir replika Kabah, Maqam Ibrahim dan Masjidil Haram dilarang karena.....

Puri Yuanita
| 15 Januari 2018 17:15

Dream - Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi terus melakukan kampanye di Mekkah untuk memberhentikan penjualan suvenir Kabah, Maqam Ibrahim dan Masjidil Haram dengan alasan untuk melestarikan kesuciannya. Toko-toko pun telah diberitahu melalui tur inspeksi. Menurut seorang sumber, suvenir dan barang antik yang berkaitan situs-situs suci disita dan toko-toko yang melanggar diberitahu tentang konsekuensi tindakan untuk menjaga kesucian tempat-tempat ini.

Banyak dari perusahaan komersial yang berbasis di pusat telah bekerja sama dengan pabrik-pabrik internasional untuk menjual suvenir Kabah dan Maqam Ibrahim karena dirasa menguntungkan. Para ekonom percaya bahwa sektor barang antik dan suvenir Mekkah serta Madinah akan menciptakan kesempatan kerja bagi pria dan wanita di bidang manufaktur berskala besar.

Namun Ali Al-Twaim, seorang profesor yurisprudensi Islam mengatakan kepada Arab News bahwa menjual suvenir yang berisi gambar Kabah dan Masjid Suci merupakan penghinaan terhadap kesuciannya dan merupakan praktik yang salah.

Dia menekankan bahwa cenderamata ini harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan kepada tempat-tempat ini, selain fakta bahwa mereka ditempatkan di tempat yang tidak tepat. " Banyak suvenir ini tidak mencerminkan tingkat keterikatan dan kasih sayang. Ada beberapa jamaah haji dan umrah, dan pengunjung yang sangat menyukai apapun yang dijual di Mekkah, belum lagi jika itu seperti Kabah, Maqam Ibrahim, atau Al-Haram Al-Makki," kata Al-Twaim.

Dari sisi ekonomi, Abdel Moneim Bukhari, pemilik Al-Meawiah Establishment for Antiques and Gifts meyakini, suvenir replika-replika ini aka disimpang oleh para pengunjung dan tetap menjadi penghubung yang " mengikat" mereka dengan tempat yang mereka hormati. Bukhari mengatakan bahwa jamaah haji dan umrah, seperti semua wisatawan di seluruh dunia, ingin membawa cenderamata atau suvenir yang mengingatkan mereka pada Mekkah.

Dia mengatakan bahwa barang-barang ini memiliki dampak ekonomi positif terhadap PDB. " Banyak produk industri diimpor dari beberapa negara seperti China, India, Taiwan dan Pakistan, yang jauh dari pabrik khusus di Mekkah. Mereka harus berkualitas tinggi dan berstandar rasa hormat, kata Bukhari. Dia mengatakan bahwa apapun dari Mekkah harus dibuat di Mekkah agar mendukung ekonomi lewat haji dan umrah. " Salah satu pilar Visi 2030 termasuk meningkatkan jumlah jamaah haji dan umrah sampai 30 juta pada tahun 2030."

(Sumber: Arab News)

Topik Terkait :

#MovieTalks - Terbang Menembus Langit

Jangan Lewatkan