Sejarah Menarik di Balik Berdirinya Tapal Batas Tanah Suci

Nyaris berbagai sudut Mekah menyimpan kisah dan sejarah yang menarik untuk dikulik. Salah satunya adalah keberadaan tanda-tanda tapal batas Kota Mekah, Masjidil Haram dan Kabah.

Puri Yuanita
| 4 November 2016 14:41

Dream - Mekah adalah salah satu kota di Arab Saudi yang menyimpan sejarah panjang peradaban Islam dari masa ke masa. Sekarang, kota ini pun menjadi tujuan utama para jamaah haji dan umroh dari seluruh dunia.

Nyaris berbagai sudut Mekah menyimpan kisah dan sejarah yang menarik untuk dikulik. Salah satunya adalah keberadaan tanda-tanda tapal batas Kota Mekah, Masjidil Haram dan Kabah.

Seperti diketahui, sebagai sebuah Tanah Suci, Mekah begitu diproteksi. Mereka yang non-muslim dilarang untuk memasuki kota ini. Karena itu, dibangunlah tugu-tugu sebagai penanda sekaligus pembatas kota ini dengan wilayah-wilayah lain di luarnya.

Lantas di mana saja tapal batas itu dibangun? 'Batasan Haram' pertama dibangun di wilayah perbatasan antara Mekah dengan wilayah Yaman, Irak dan Thaif, kurang lebih 10,5 km. Kemudian batasan dari arah Madinah 4,5 km, ke arah Ji'ranah 13,5 km, dan ke arah Jeddah 15 km.

 Batas Mekah

Tugu-tugu perbatasan tersebut dibuat dari semen yang dicor dan batu pualam yang istimewa. Sementara sebagian perbatasan yang lain masih berupa bangunan tua yang terdiri dari batu-batu yang dicat dengan kapur. Bahkan sebagian lagi masih dibangun dari tumpukan batu yang diletakkan begitu saja.

Dan tahukah kamu? Masjidil Haram yang dikenal sebagai pusat kegiatan ibadah umroh dahulu hanya dibatasi dari Hazurah sampai tempat Sai, yaitu lembah antara Shafa dan Marwah. Riwayat ini menurut Abu Hurairah yang menceritakan batas Masjidil Haram pada masa itu.

Sementara menurut pendapat Atha bin Rabbah, batasan Masjidil Haram adalah seluruh tanah haram. Tidak terbatas baik itu dibuat bangunan masjid atau tidak. Mengikuti pendapat Atha ini, maka pelebaran-pelebaran yang terjadi di Masjidil Haram sama sekali bukan masalah. Sebab seluruh Tanah Haram memanglah Masjidil Haram.

Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah memaklumatkan kepada Nabi Ibrahim tentang batas-batas Tanah Suci serta menyuruh Beliau untuk memberi tanda dengan cara menancapkan batu.

Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut. Sehingga pantaslah disebutkan jika Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberikan batas kawasan kota suci Mekah, yang secara tegas memisahkan antara dimana Tanah Halal dan Tanah Suci (Tanah Haram).

Kemudian, setelah peristiwa pembebasan Kota Mekah, Rasulullah SAW pun menyuruh Tamim Ibn Asad Al-Khaza'i untuk............selengkapnya baca di sini.    

Topik Terkait :

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan